Hasil Quick Count Pilkada Jabar Versi 5 Lembaga dan UPDATE Terakhir KPUD
Bandung – Setidaknya lima lembaga melakukan penghitungan cepat pada Pilkada Jabar. Semuanya kompak memenangkan Hade sebagai hasil akhirnya.
Setidaknya ada lima lembaga melakukan penghitungan cepat untuk Pilkada Jabar yakni, Lembaga Survei Indonesia, Lingkaran survei Indonesia, Lembaga Survei Nasional, Litbang Kompas dan Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategi.
Hasil survei kelima lembaga tersebut, menyatakan Pasangan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf (Hade) unggul atas dua kandidat lain. Tidak itu saja, urutannya pun sama dengan Agum Gumelar-Nu’man Abdul Hakim di urutan dua dan Danny Setiawan-Iwan Sulandjana di tempat terakhir.
Berikut hasil penghitungan cepat 5 lembaga:
Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategi (Puskaptis)
Dai : 25,25 %
Aman : 33,02 %
Hade : 41,74 %
Lembaga Survei Nasional
Dai : 25,26 %
Aman : 34,55 %
Hade : 40,19 %
Lembaga Survei Indonesia:
Dai : 25,08 %
Aman : 35,46 %
Hade : 39,46 %
Litbang Kompas:
Dai : 24,30 %
Aman : 35,39 %
Hade : 40,37 %
Lingkaran Survei Indonesia:
Dai : 25,8 %
Aman : 34,14 %
Hade : 39,97 %
Sumber : (Salomo Sihombing – detikBandung / 14/04/2008 05:45 WIB )
HASIL LENGKAP PILKADA JABAR PENGHITUNGAN KPUD JAWA BARAT ;
TANGGAL : 22/04/2008
PUKUL : 15:23 WIB
-
HASIL PEROLEHAN SUARA PILKADA JABAR No Peserta Jumlah Suara Persen (%) 1 Danny-Iwan 4.490.901 24,95 2 Agum-Nu’man 6.217.557 34,55 3 Heryawan-Dede 7.287.647 40,50 Senin, 22/04/2008 15:23 WIB – Sumber : KPUD Jawa Barat - Sumber : (detikBandung selasa, 22/04/20088)

waaah menang mutlak doonk yaa
semoga bisa membawa jabar lebih dan lebih baik lagi..
amiiin…
———————————————————–
@ Yanuar
sepertinya memang Hade akan menang.. tapi untuk bisa membawa jabar lebih baik lagi tentu berpulang kepada sang waktu yang akan menjawabnya.
Mari kita do’akan bersama semoga mereka dapat mengemban amanah dengan baik dan membawa masyarakat Jabar seperti yang diamanahkan dalam UUD 1945.
Salam
Assallamu ‘allaikum…
Empi sahabatku, semoga dalam ketengangan dan kesejukan hati….
bagus nih, Empi ikut peduli dengan pilkadal jabar, bagaimana ‘emutan’ Empi dengan banyaknya selebritis yang menang dukungan langsung dari masyarakat?
Sepertinya, memang sedikit ya, birokrat, politikus, pemikir, pakar dan negarawan yang bisa dipercaya, sehingga publik figur dari ‘alam kaca’ akhir-akhir ini memiliki tempat di hati sebagian besar masyarakat kita…
kalau melihat gejala seperti ini, rasanya teater persada hadir di kampus dulu sangat relevan yah, pi? sayang, cuma diidentikan sebagai ‘pelawak’, sedangkan esensi berfikirnya malah dipandang membosankan…
Pi, benar ngga?
kelihatannya sekarang tidak harus sejelimet ini, untuk bisa tampil di permukaan,
punya tampang,
punya modal,
punya nyali,
punya percaya diri,
punya empati,
sepertinya sangat bisa jadi apapun…
mudah-mudahan punya juga nurani, hingga tetap rendah hati dan terus berintrospeksi,
oh ya, pi, artis idola Empi sudah dilantik sekitar dua minggu lalu, Si Doel sekarang jadi Wakil Bupati Tangerang,
sudah ucapin selamat belum?
wassallam…
————————————————————————–
@ Riyanto
Waalaikumsalam wr wb
Yanto sohibku…
itu saya ikut ikutan mejengin Quick Count pilkada Jabar di Blog ini tiada lain ;
1. Bagaimanapun saya secara pribadi apalagi kita dibawah tempaan naungan lembah manglayang tidak akan bisa melupakan tanah padjadjaran nan terindah, begitu banyak pelajaran dan tempaan hidup yang didapat dari gemblengan prabu siliwangi dan dewi parahyangan.
2. Terus terang saya tidak sedikitpun melihat siapa itu calon Gubernur/Wakil Gubernur Jabar ini, terserahlah siapa yang akan menang yang menjadi pilihan masyarakat. Cuma yang saya renungkan, dibalik sujud syukur, tawa, senang, bahagianya Sang pemenang, adakah seulas senyum dan seuntai uluran tangan tanda ikut berterima kasih buat para pekerja KPPS, PPS (panitia pilkada di tingkat desa), PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) dan KPUD di tingkat Kabupaten/Propinsi ? malah yang disungkemi pertama kali adalah petinggi partai dan kebesaran sebuah media.
Nto, aku ingat beberapa kali menjadi Panitia Pemilu, betapa cucuran peluh keringat panitia di Desa Desa dan di Kecamatan Kecamatan, mereka ronda sampai pagi ntuk menjaga perlengkapan pemilu, mereka rela meninggalkan anak dan keluarga demi menyukseskan angka angka pemilu, mereka rela begadang ntuk mensosialisasaikan para tahapan tahapan pemilu, bukan hanya dalam hitungan hari tetapi bulan dan minggu. Setelah Sang Jawara naik podium ntuk mengkuasa, apakah ada seulas senyum dan seulur salam buat kinerja mereka ?
3. Saya bukan tak setuju jika banyak kalangan selebritis masuk ke dunia politik, itu sah sah saja apalagi jika calonnya memang memiliki “kemampuan” yang memadai. Cuma yang saya khawatirkan, mengelola sebuah birokrasi dan pemerintahan tidak hanya cukup dengan kepopuleran dan dukungan massa saja. Banyak aspek tekhnis, prosedural, problem solving, decision making, leadership, management, administrasi, koordinasi, komunikasi, negosiasi, manajemen konflik, sosial- ekonomi-budaya kemasyarakatan, seluk beluk pemerintahan dan pembangunan serta aspek kompetensi kompetensi lainnya yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin pemerintahan. Dan untuk mempelajari itu semua tidaklah cukup dengan populer, mambaca dan rangkuman teori teori saja. Butuh wawasan, praktek dan pengalaman yang teruji. Para pemimpin pemerintahan akan dihadapi dengan berbagai persoalan kemasyarakatan mulai dari lahir sampai mati, akan menghadapi para pelaku birokrasi, politisi, TNI, Polri, pengusaha, kriminal, dsb yang bermacam polah kelakuan dan perbuatannya. Okelah mampu menghadapi masyarakat luas, tetapi untuk menghadapi kelakuan para birokrasi, politisi, TNI, Polri, pengusaha yang begitu banyak macam modelnya, saya pikir tidak cukup hanya dengan kepopuleran dan senyum manis saja, butuh segudang pengetahuan, wawasan, pengalaman, strategi dan kemampuan diplomasi yang memadai dan mumpuni.
Memang ada jajaran Sekretaris Daerah dan kebawahnya yang secara teknis administratif untuk menterjemahkan setiap kebijakan yang dibuat, tapi ingat apa nggak malu dan disindir bawahan juga lama kelamaan jika pimpinan selalu mendelegasikan tugas jika yang berhubungan dengan aspek tekhnis ? dan jika membicarakan hal yang urgen selalu memegang teks pidato atau tidak menyentuh ke hal hal yang substansi yang dibahas/dibicarakan ? atau meminta anak buahnya untuk menjelaskan ? saya rasa ini perlu dipikirkan dan menjadi catatan buat para kepala daerah yang belum terbiasa didunia pemerintahan. Walau kepala daerah adalah jabatan politis tetapi aspek tekhnis administratif adalah ibarat dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Karena itu jangan menyembunyikan kekurangan dan pengalaman nantinya dibalik kata kata saya kan pejabat politis !
Itu dulu Sobat, udah ngantuk kapan kapan disambung lagi…..
Wassalam
Faktor penentu kemenangan Heryawan – Dede Yusuf:
1. Kepopuleran artis Dede Yusuf
2. Konsistensi dan Partai PKS yang relatif bersih
3. Sebagai pemimpin alternatif di Jabar untuk membawa perubahan di Jabar.
4. Dana kampanye paling sedikit sehingga orang merasa kasihan kalau tidak ada yang mencoblos.
————————————————————————
@ Bambang Sriyadi
Usul… Satu lagi, masyarakat sudah bosan ama pangkat pangkatan yang berbintang bintang hehehe..
Dengan sentuah kaum muda yang insya alloh bebas korupsi dan Orba (orde bangkrut) semoga jawa barat menjadi propinsi percontohan untuk memberantas korupsi di jajaran pemerintahannya. dan menjadi propinsi yang maju dalam segala hal.
Jawa barat menjadi tempat yang nyaman untuk di tinggali, yang menyediakan lapangan perkerjaan yang memadai didukung dengan infrasruktur yang baik.
——————————————————————–
@ mamang
Bebas korupsi ? jika pasangan Hade mau sukses dan berhasil, untuk menutupi kekurangannya dibidang tekhnis administratif pemerintahan, memang harus mengutamakan agenda pemberantasan KORUPSI. Cuma permasalahannya, apakah HADE mengetahui celah celah dan pembuluh pembuluh darah dimana aliran aliran darah Korupsi itu mengalir ??? Saya cuma agak permisif saja, jangan jangan niat tulus HADE untuk memberantas Korupsi terkesima/terlena/tertipudaya/terbuai dengan ketidaktahuan oleh strategi strategi dan celah celah yang sangat banyak bisa dimanfaatkan oleh birokrasi, politisi, pengusaha dan pihak pihak lainnya dalam mengelola roda pemerintahan.
Memberantas Korupsi TIDAK HANYA BISA dengan modal NIAT, KEMAUAN dan SEMANGAT saja butuh yang namanya SKILL, STRATEGI, PENGALAMAN dan TAHU dimana celah celah Korupsi itu bisa diamainkan.
Semoga HADE berhasil….
di update dong, untuk hari ini gimna?
——————————————————-
@ dobelden
Terimakasih banyak atas sarannya.. akan segera ditindaklanjuti (bukan hanya “akan dipertimbangkan” seperti lagunya penglipurlara para pimpinan thd masyarakat hahahaa…)
Tetapi, yang bisa diUpdate hanya hasil penghitungan dari KPUD saja yaaa ?
kalau penghitungan cepat dari lembaga independen (Quick Count) itu sepertinya sudah hasil akhirnya.
Semoga Jawa Barat lebih segalanyalah dari yang kemaren-kemaren, tentu yang positif-positif aja. Ustadz Ahmad Heryawan dan Dede semoga terus berjuang di rel kebenaran dan jangan lupain apa maunya rakyat menengah ke bawah. Sukses.
————————————————————————-
@ bukubudaya
Amin, Semoga, mari kita Do’akan bersama..
semoga amanah dan bisa menginspirasi yang lainnya
——————————————————-
@ zanif
Semoga, Amin
Ini memang fenomenal.
Tapi se fenomenal danau singkarak kah ?
Apa ini pertanda laju PKS tak terhentikan hanya dengan isu-isu negatif yang sering dihembuskan partai [pengaku] nasionalis itu ?
————————————————————
@ Herianto
hahahaaa…. bisa sajo ko si Uda…
Tapi tetap labiah fenomenal Danau Singkarak Da.. Ikan Bilihnyo cuma satu satunyo di dunia hehehe..
saketek fenomenal Da dalam pilgub Jabarko, karena ndak ado pilihan lain, cubo Uda yang maju berpasangan jo Ambo pasti awak manang Da hahahaha……
lawan HADE urang urang nan alah bakarek dan ado embel embel bintang bintang, masyarakat masih jengah maliek sagalo itu walau mungkin kalakuan mereka yang berbintang bintang itu alah mulai barubah.
Ambo masih alun pacayo kekuatan PKS yang lebih kuat, ambo maliek iko hanyo masalah persepsi dan citra yang tertanam di benak masyarakat terhadap calon calon secara pribadi.
Untuk kekuatan mesin partai di Indonesia ambo maliek masih jauh dari sebuah mesin sistem politik yang mengakar. hampir semua pelaksanaan Pemilu baik legislatif ataupun pilkada Gubernur/Bupati/Walikota sosok ketokohan individu masih kuat dibanding kerja partai. Ini terbalik dengan saat zaman kita Orde Baru dulu. Tapi Orba tetap juga bukan mesin partai yang kuat tetapi rezim orangnya.
Itu dulu Da… tolong ditambahkan atau diluruskan analisis icak icak ambo hehehe….
Salam
wah….sperti’y dh pasti nic…pak heryawan yg bkal jdi penerus gubernur jabar…..s’moga dgn semangat hasan al-banna pak heryawan bisa membawa jabar ke arah yg lebih baik…bukan sj ekonomi, pendidikan, tetapi spritual n emosional..amien…
(praja IPDN-do’a kami selalu untukmu..pak heryawan).
wah….sperti’y dh pasti nic…pak heryawan yg bkal jdi penerus gubernur jabar…..s’moga dgn semangat hasan al-banna pak heryawan bisa membawa jabar ke arah yg lebih baik…bukan sj ekonomi, pendidikan, tetapi spritual n emosional..amien…
(praja IPDN-do’a kami selalu untukmu..pak heryawan).
—————————————————————–
@ praja
Amin,
Dukung, bantu, jalan beriring dan selalu menjaga amanah rakyat siapapun Kepala Daerahnya.
Buang dan campakkan ego sektoral, jendela kealumnian, emosi kedekatan dalam mengabdi… tetapi terima dan bekerjalah untuk rakyat, bangsa dan negara dengan siapa dan oleh siapa saja… hehheee….
Makasih
Salam
semoga …….
inilah titik balik….
kemenangan ini menunjukkan… keangkuhan, daya upaya dan kesombongan dan kecongkaan tak ada artinya di hadapan YANG MAHA GAGAH…
eniwe… MEGA bilang lho pas kampanye aman : “bila jago saya kalah di jabar ini, saya gak akan nyalon capres”….
entah akan dilakukan apa nggak ya? atau nanti akan ditelan ludahnya sendiri ????
enyahlah korupsi dan gantung koruptor dan penjilatnya !!!
——————————————————————-
@ masdhenk
ampuunn…. ampunn..
kalo kut-nyangkut pres-capres mendingan saya sembunyi saja deehh, apalagi tar-komentari tentang Buk Mega….
kalo emang Buk Mega bilang begitu… biarlah Sang Waktu yang menjawabnya dan para pendengar, pembaca, penglihat dan pemilih nantinya yang menilai….
tik-politik ngak gu-lugu pi-tapi cu-lucu
Salam
Surprise! Pasangan cagub HADE bisa mengalahkan dua pasangan cagub lainnya, yang background dunia politiknya dah gak keitung lagi lamanya. Tapi dengan pendekatan dan sosialisasi yang baik, akhirnya bisa juga menarik kepercayaan rakyat Jawa Barat. Apalagi, katanya para simpatisan dengan sukarela mengadakan kampanye. Mudah-mudah sesuatu yang dimulai dengan awal yang baik bisa juga menghasilkan sesuatu yang baik. Buat pasangan cagub HADE, selamat atas kemenangannya, mudah-mudahan bisa menepati apa yang telah dijanjikan untuk rakyat Jawa Barat. Untuk perubahan menuju Jawa Barat yang lebih baik.
———————————————————————-
@ umimei
Selamat calonnya hampir selamat menang walau masih banyak batu menyemat…
Sedikit Plus Minus calon berpengalaman dan tidak berpengalaman dalam memimpin :
pimpinan yang udah berpengalaman ;
Plus ;
- udah tahu seluk beluk pemerintahan, politik praktis dan segudang permasalahan yang akan dihadapi
- udah tahu celah celah dan pintu pintu korupsi
- tidak Perlu belajar lagi yang akan menghabiskan energi, biaya dan waktu yang sia sia
- lebih mudah dalam melakukan konsolidasi dan kerjasama tim
- lebih mudah dalam melanjutkan program program perencanaan pembangunan kedepan
Minus ;
- inovasi, kreatifitas dan semangat kerja tidak setajam yang masih baru
- karena udah tahu celah celah korupsi, biasanya yang imannya kagak kuat bisa semakin melebarkan pintu korupsi.
pimpinan yang muka baru ;
Plus ;
- semangat baru dan biasanya lebih energik bahkan bisa kerja selama 29 jam sehari
- karyawan yang suka nipu nipu atau pernah ditegur oleh pimpinan lama akan semakin bergairah untuk bekerja dengan menyerempetkan diri ke pimpinan yang baru, sekaligus sebagai sumber informasi bagi pimpinan baru terhadap keadaan lama.
- para karyawan biasanya juga akan banyak yang bergairah untuk bekerja, karena ada perubahan katanya (yang penting berubah, itu mottonya dari waktu kewaktu).
Minus ;
- kalau tidak hati hati dan tidak mengetahui strategi, ilmu, pengalaman pengelolaan dalam birokrasi bisa bisa pimpinan baru terperangkap dalam praktek lingkaran biru korupsi.
- para bawahan yang ingin berubah akhirnya merasa capek sendiri dengan pimpinan yang baru yang selalu minta diajari.
- pimpinan baru biasanya ingin mengaplikasikan ide dan program program kampanyenya sehingga banyak program oleh pimpinan yang lama yang tidak terlanjutkan padahal sudah menghamburkan dana yang tak terkira.
(sooo ini hanya menurut saya semata, bagi yang setuju atau tidak setuju silahkan ditambahkan lagi komentarnya..
jadi yang lebih bagus yang bagaimana ??
CARILAH PIMPINAN MUKA BARU YANG UDAH BANYAK PENGALAMAN
(MORAL, INTEGRITAS, KAPASITAS, KAPABILITAS DAN AKSESTABILITAS TENTU SAJA….)
caranya bagaimana ?? kan harus lewat parpol…
tenang dan sabar sebentar lagi Calon Independen akan dibuka hahaha…. (tapi tapi kan juga harus masukin modal dulu) halahhh capekkk deehhh……
Selamatlah buat Kang HADE, semoga janji kampanyenya dapat terealisasi, Selamat buat masyarakat JABAR yang rindu akan perubahan.
–salam–
Soalnya Dede Yusuf paling ganteng ^_^
(hasil survey tanpa dasar pada teman-teman cewek saya)
belum menang itu.. gimanapun masih quick count..
tapi emang bakal aneh kalo nanti ga menang di real count
iya,,,, HADE pisan euy,,,
Kata DAI kalo mau AMAN pilih HADE (kata seorang teman blogger)
hehe
stop manipulasi media…….. pembodohan!
penghitungan belum selesai…….
JANGAN ADA DULU YANG MENGKLAIM SEBAGAI PEMENANG SEBELUM PENGHITUNGAN SELESAI!
stop manipulasi media…….. pembodohan!
penghitungan belum selesai…….
JANGAN ADA DULU YANG MENGKLAIM SEBAGAI PEMENANG SEBELUM PENGHITUNGAN SELESAI!
hidup dede yusuf…..pendongkrak suara
selamat lah
mudah2an menjadi pencerahan
soalnya reformasi masih semu
kulturnya masih orba banget
reformasi + ganti soeharto
perubahan itu belum ada
kurupsi berjamaah makin merajalela
Untuk yang sementara kalah dalam penghitungan quick count, harus legawa atuh, jangan emosi. Coba kalo seandainya calon pilihan anda pada posisi yang diunggulkan oleh penghitungan quick count, saya lebih yakin anda akan lebih euphoria, ugal-ugalan dan mengumbar pesta yang berlebihan… bener nggak coy.
Sebagai pemilih HADE, saya bersyukur semoga JABAR dipimpin oleh pemimpin dengan figur yang bersahaja seperti sosok Ustd. Ahmad Heryawan dan sosok yang energik yang tergambar dalam sosok Dede Yusuf.
Dari beberapa sosok orang PKS yang saya kenal, mereka rata-rata orang yang kompeten dalam bidangnya, sosok ustad modern dan intelek sangat peka dengan perkembangan zaman (alias tidak kuno/tidakkampungan), juru dakwah yang handal dan penuh dengan inovasi dan visi ke depan.
Ternyata masyarakat jabar adalah masyarakat yang peka akan perkembangan zaman ke arah perubahan yang lebih maju. Dan saya bangga sebagai orang sunda yang menjadi bagian dari masyarakat jabar, ternyata masyarakat jabar merupakan masyarakat yang cukup modern, punya semangat perubahan dan lebih dewasa untuk menentukan pilihannya demi kemajuan daerahnya ke depan.
Semoga ini menjadi cermin dan pelajaran bagi propinsi lain, yang juga akan menggelar pilkada serupa, agar lebih dewasa dalam berpolitik, tidak terjebak pada kultus individu tertentu, tidak kuno lagi dan lebih dinamis dengan perubahan.
Hidup Jabar, selamat untuk HADE, semoga tetap tawadhu, bersahaja dan terus menjaga semangat untuk memajukan Jabar ke arah yang jauh lebih baik lagi. Songsong JAbar sebagai propinsi termaju di masa datang. Amiin.
Untuk yang sementara ini dinyatakan kalah, tetap sportif dan fair play yah. Toh, kebaikan yang akan diperoleh akan dirasakan oleh kita semua.
Hasil quick count akan berbanding lurus dengan hasil real count perhitungan suara KPUD. Setuju………. Pasti iya.
Salam
sok lah urang ngadukung ka pasangan hade mudah – mudahan bisa mawa jabar lewih maju lain kalah mundur.
gema takbir, tahmid dan tasbih terkumandang sebagai tanda syukur pada Illahi Rabbi yang telah memberikan kemenangan pada pasangan “HADE pisan euih!”. Semoga bisa lebih amanah terhadap umat JABAR.
HADE!!!
AllahuAkbar!!!!!!!!!!
di Jabar 2008
masyarakat cerdas 20%
masyarakat baru kepengen pinter / masih bodoh 40 %
masyarakat masyarakat emosional 35 %