Inu Kencana
Inu Kecana Syafi’ie, mantan dosen STPDN Jatinangor yang terkenal dengan penerbitan bukunya yang kontroversial “IPDN Undercover”.
Inu membidik satu kursi di Senayan melalui Partai Bulan Bintang Dapil Sumatera Barat 2. Duduk di urutan 4 (yang mustahil lolos jika menggunakan sistem nomor urut) ia berhasil memperoleh 4.369 suara. Inu mendulang banyak suara di kampung halamannya, Kota Payakumbuh 1.652 dan Limapuluh Kota 1.578.
Suara Inu nomor dua terbanyak setelah Nizar Dahlan yang memperoleh 8.708. Tapi perolehan PBB yang hanya 30.307 jauh dari harapan untuk sebuah kursi di DPR RI, 61.208 suara.
(Padangkini.com)
Sepertinya kepopuleran Inu Kencana Syafiie yang telah menggo-nasional, sangat jauh kalah populer dengan tokoh tokoh lokal seperti, Djufri, Yultekhnil, Leonardy Harmaini, Ermawati Tanjung, Arkadius, Zahara Hasni, Irdinansyah Tarmizi, Asli Chaidir, Trinda Farhan Satria, Rafdinal dan lainnya termasuk tokoh dari Jakarta sendiri seperti Jefry Geovanni, Fadli Zon, Indra Jaya Piliang, Adrian Maulana, dst… yang semuanya meraih suara diatas 10.000 suara….
mmmhhhh ….. ![]()
Kiranya Kegarangan Pak Inu tak segarang yang dipersepsikan oleh publik selama ini…….
ANJING MENGGONGGONG KAFILAH BERLALU
SELAMAT BERJUANG PAK INU
TAK SATU JALAN KE MEKAH…..
Semoga cita cita Pak Inu untuk mewujudkan mimpi mimpi indah itu tetap terwujud….
“…….Saya juga tidak ingin bapak terjebak ke dalam kelompok cendikia yang suka mengeneralisasi data dan permasalahan. Bukankah bapak yang mengajari kami untuk memandang setiap persoalan dengan mata hati, filosofi dan komprehensif yang berlandaskan pada etika, logika dan estetika?? Entahlah…….
Pak saya sekarang tertunduk lesu, kebanggan saya yang ada pada bapak selama ini menjadi semu, karena ngaur dan campur baurnya informasi dan cara komunikasi yang bapak gunakan, idealisme bapak untuk menegakkan aturan, membasmi perilaku yang menyimpang pada segenap tataran di lembaga IPDN menjadi tererosi dari cara bapak sendiri yang mengeneralisasi. Orang mulai bertanya-tanya, ada apa sebenarnya dengan INU?
Saya berharap semoga Bapak diberi amanah dan kepercayaan untuk memimpin sebuah institusi, mudah-mudahan bisa memimpin IPDN (walaupun bapak tidak akan mengharapkannya, karena bapak bukanlah manusia yang haus jabatan, ini hanya harapan saya semata), cobalah pak, seandainya bapak diberi kepercayaan, usahakanlah untuk merealisasikan niat, ide, harapan, cita-cita yang ideal tersebut, yang selalu bersemi pada nurani bapak. Semoga sang waktu bisa memberi bukti dan menjawabnya….. “
(dari buku INU KENCANA Undercover_ INU PRIBADI YANG UNIK (Sebuah Surat Terbuka)….)
Assalamu ‘alaikum mas, demi menjalin silaturahmi sesama Blogger marilah kita saling bertukar link, gimana mas?? Salam kenal yah dari Dedhy Kasamuddin