Anak Biologis VS Anak Bangsa
Hari hari belakang ini dengan kesibukan Capres dan Cawapres mengkampanyekan dirinya, juga kesibukan saya menonton gerak gerik Beliau Beliau di televisi, ada satu hal yang selalu menjadi pertanyaan penasaran saya dengan gaya kampanya yang dilakukan oleh Capres/Cawapres tersebut.
Adalah tentang keikutsertaan keluarga Capres/Cawapres dalam setiap kegiatan yang dilakukan terutama terhadap calon dinasti penerus generasi Sang Presiden dan Capres/Cawapres tersebut.
Lihatlah keberadaan Edi Baskoro anak Presiden SBY sekaligus Capres, begitu juga dengan Puan Maharani anak Capres Megawati. Tetapi yang banyak menjadi perbincangan masyarakat diwarung kopi adalah keberadaan Edi Baskoro anak SBY, karena kebetulan SBY sedang menjabat sebagai Presiden RI saat ini, dimana ada SBY disitu ada Edi Baskoro, dan fasilitas yang diterimanyapun tentunya sama dengan Sang Bapak, seperti salah satunya yang selalu terlihat dikaca televisi adalah fasilitas tempat duduknya yang selalu dibarisan Ring 1. Memang sebenarnya ini sah dan boleh boleh saja karena ini adalah kegiatan partai dan kampanye, diluar kegiatan resmi kenegaraan (kadangkala dikegiatan resmi kenegaraanpun hal ini juga sering terjadi).
Tetapi ada saja pertanyaan yang muncul di warung warung tempat saya nongkrong, dilihat dari keberadaan kapasitas perjalanan dan pengalaman Edi Baskoro dipanggung perpolitikan anak bangsa, jika dibandingkan dengan sederatan nama lainnya di tim kampanye SBY dan partai demokrat, kiranya masih banyak tokoh lain yang lebih pantas untuk menggantikan posisi dan kursi yang ditempati oleh Edi Baskoro. Pertanyaannya bagaimana jika Edi Baskoro bukan anak SBY ? apakah dia juga akan bisa mendapatkan fasilitas salahsatunya seperti kursi tempat duduk yang selalu dideretan utama dimana SBY melakukan setiap kegiatannya ?
Kalau hanya sebatas masalah tempat duduk dan kemunculan Edi Baskoro dalam setiap kegiatan SBY yang kita persoalkan tentu sangatlah naif kalau kita persoalkan, bagaimanapun dia adalah anaknya Presiden, « suka suka aku dong, aku mau bawa siapa » kata Presiden.
Saya melihat ini adalah salah satu agenda nyata yang tidak terselubung yakni pengkaderan dinasti keluarga dipanggung politik, dan ini telah berlangsung sejak bumi Indonesia ada. Lihat saja bagaimana Presiden Soekarno yang juga sering memunculkan Megawati dalam setiap kegiatannya apakah kegiatan seni, paskibraka dan sebagainya, dan akhirnya memang Megawati berhasil meneruskan dinasti Soekarno dipanggung politik Indonesia. Begitu juga dengan Presiden Soeharto yang mengkaderkan Siti Hardiyanti Rukmana (Mbak Tutut) yang begitu fenomenal dizaman pemerintahannya, tapi sayang karier politik Mbak Tutut baru sampai dilevel Menteri (belum tahu kedepannya apakah akan bisa seperti Megawati), begitu juga dengan Presiden Abdurrachman Wahid dulunya yang selalu setia didampingi oleh anaknya Yenni Wachid.
Kembali ke Edi Baskoro, dengan semakin tingginya jam terbang Edi Baskoro mengikuti setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh Bapaknya, tentu akan menambah referensi pengetahuan, pengalaman dan kepercayaan dirinya dalam menapak karier kedepannya terutama dibingkai ranah politik. Dan modal yang paling besar diperolehnya adalah keterkenalannya oleh masyarakat dengan kemunculannya selalu diapit Sang Presiden yang adalah Orang Tuanya dengan serta merta embel nama belakang keluarga akan selalu disandangnya. Secara otomatis tidak bisa dipungkiri simpati dan dukungan sebagian masyarakat ke SBY tentu akan mengalir pula kediri Edi Baskoro. Sudah pasti hal ini tak akan bisa diperoleh oleh anak Indonesia yang paling pintar, paling jenius dan paling berbakat kepemimpinannya sekalipun.
Dengan modal kesempatan yang diperoleh oleh Edi Baskoro serta anak Presiden/Calon Presiden lainnya, sebagai ANAK BIOLOGIS dari penguasa yang berkuasa, tentu sangat bertolak belakang dengan ANAK BANGSA lainnya yang ingin menapak karier dipanggung politik, yang bersusah payah membangun, meniti dan menata karier politiknya tertatah tatih. Apalagi ntuk menuju singgasana Istana Presiden atau minimal kursi terhormat dipanggung DPR.
Mustahil kesempatan berlian tersebut akan bisa didapat dengan begitu mudahnya oleh anak rakyat jelata di bumi Indonesia ini
Jadi janganlah heran jika nantinya yang menguasai panggung tertinggi kekuasaan di Republik Indonesia ini hanya dari keturunan yang itu itu lagi….
Selamat berjuang sobat.
bener tuh pi, gw setuju dg wacana lu soal di atas,coz bnyk anak bgs yg berusaha dr nol puny cita2 mjd pemimpin negara ini..
terima kasih infonya