Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Berita’ Category

SEMINAR TERBATAS PRAJA IPDN

Gambar

JAKARTA – Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) menggelar Seminar Terbatas Praja bertema Aktualiasasi Nilai-nilai Kearifan Lokal dalam Mewujudkan Good Governance di Aula Kampus Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (26/1).

Seminar yang dipandu Asri Hadi, menghadirkan 3 orang narasumber, yakni  Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang, Abuhasan Ashari dari Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, dan anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Empi Muslion. Seminar itu dibuka oleh Muhadam Labolo yang mewakili Direktur IPDN Prof Dr H Khasan Effendy MPd.

Di depan ratusan Praja IPDN yang memenuhi aula kampus tersebut, Teras menekankan pentingnya integrasi pembangunan antara pemerintah pusat dan daerah. Sebab, apabila hal itu diabaikan dapat menimbulkan ketidakadilan dan ketidakharmonisan dalam pembangunan. Bahkan, bisa menjadikan sebuah daerah ingin berpisah dari NKRI karena merasa diabaikan oleh pemerintah pisat.

”Oleh karena itu, pengalaman pahit pada masa lalu menuntut kita ke depan untuk memulai upaya-upaya baru, yakni dengan upaya mentransformasikan paradigma  kemajemukan dan multikulturalisme dengan local wisdow (kearifan lokal) masing-masing ke dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa,” kata Teras. 

Ia menyebut bahwa wilayah NKRI sudah terbagi habis, tidak ada wilayah yang tidak ada pemimpinnya. Dari pemerintah pusat hingga desa. Artinya, kalau sistem ini betul-betul dikelola dengan baik, daerah akan terkelola dengan baik.   Namun faktanya, masih ada daerah yang merasa tidak diperhatikan selama otda. Karena itu, otda memerlukan adanya kearifan lokal.

Semangat otda, ditegaskannya, bukan untuk kepentingan memisahkan diri dari NKRI, tapi bagaimana mengatur rumah tangganya sendiri dalam meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakatnya. Otda dan kearifan lokal harus terintegrasi nasional, sehingga tidak ada keegoan yang menyebabkan pandangan bahwa suatu daerah harus dipimpin oleh suku, agama maupun kelompok tertentu.

Otda, menurutnya, jangan hanya dilihat dari sisi kewenangan, kekuasaan, dan kekuatan sehingga mengabaikan sisi lokal. Meski demikian, kearifan lokal juga bisa berbahaya kalau hanya mementingkan kelompok tertentu. Dipandang dari satu sisi, sehingga melupakan tujuan nasional. ”Otda akan jadi bumerang manakala pelaksanaannya mengabaikan tujuan nasional dan kebhinekaan,” katanya.

Karena itu, di masa mendatang jangan hanya bicara otda, tapi bagaimana kearifan lokal menjadi bagian budaya bangsa, sehingga menjadi akses negara. Ini tujuan pendiri bangsa. Semangat persatuan dan kesatuan serta gotong royong jangan dilupakan.

Mantan Ketua Komisi II DPR RI ini mengkritisi kepala daerah agar mengutamakan kepentingan masyarakat. Sejak dipilih oleh rakyat, jangan sampai memimpin semaunya, tapi bagaimana menjadi pelayan rakyat yang tidak membedakan suku, agama, dan tidak tergantung dari partai mana. ”Yang ada hanya satu, bendera merah putih. Bung Karno mengatakan, kita berbeda-beda tapi kita adalah satu,” katanya.

Pemprov Kalteng sendiri, lanjutnya, di era pemerintahan saat ini, bersama dengan berbagai pihak berupaya untuk dapat membangkitkan kembali kearifan lokal Suku Dayak yang sudah tergerus oleh proses perkembangan masa dan jaman. Pemprov berpendapat bahwa hukum adat dan kearifan lokal dapat  ditawarkan sebagai alternatif solusi dalam mengantisipasi maupun mengatasi segala bentuk ketidakharmonisan antara anak bangsa.

Dalam rangka penguatan kelembagaan adat Dayak, telah diterbitkan Perda No 16/2008 tentang Kelembagaan Adat Dayak di Provinsi Kalteng. Tujuannya agar lembaga-lembaga adat yang ada mampu melakukan aktualisasi dan bersinergi dengan pemerintah.

Sedangkan untuk mencapai tujuan pembangunan yang sejahtera dan bermartabat, dikeluarkan Peraturan Gubernur No 13/2009 tentang Tanah Adat dan Hak-Hak di Atas Tanah di Provinsi Kalteng dan Perda No 5/2011 tentang Usaha Perkebunan Berkelanjutan. Regulasi tersebut sebagai bukti keseriusan pemerintah daerah dalam memberikan ruang hidup bagi kelangsungan kelestarian tanah dan hutan adat.

Selain itu, di Kalteng ada huma betang dan belom bahadat. Huma betang adalah rumah besar dihuni oleh bermacam-macam suku, agama yang hidup di dalam atap yang sama. Sedangkan belom bahadat adalah hidup dengan penuh tata krama, penuh kesantunan, saling hormat menghormati.

”Di samping itu ada PM2L (Program Mamangun tuntang Mahaga Lewu), Kalteng Harati (cerdas) dan Kalteng Barigas (pintar). Jadi, sebelum Jokowi punya Kartu Jakarta Sehat, kami di Kalteng sudah punya Kalteng Barigas. Tapi sayangnya ini kurang terekspos,” ujar Teras disambut tepuk tangan peserta seminar.

Tapi, menurutnya, hal itu tidak ada artinya apabila tidak dilakukan bersama-sama. Di Kalteng, investor tumbuh pesat dan ini yang membuat pihaknya berhati-hati agar SDA tidak menyebabkan rakyat hanya menjadi penonton. Karena itu, melalui regulasi itu diharapkan rakyat tidak menjadi penonton di anatarnya melalui Perda Usaha Perkebunan Berkelanjutan dimana setiap investor harus bermitra dengan masyarakat minimal 20 persen kepada masyarakat.

”Saya sudah tambahkan aturan agar setiap perpanjangan izin harus disertai dengan bukti telah mempekerjakan masyarakat lokal. Di desa progresnya bagus, tapi yang saya heran di perkotaan justru pengangguran meningkat yang didominasi  lulusan SMA dan S-1,” katanya.

Sementara itu, Empi menyebutkan, kearifan lokal muncul pada saat negara belum berdiri. Hal itu, antara lain, ditandai dengan adanya berbagai bentuk peninggalan seperti candi dan kearifan lokal lainnya yang masih  digunakan warga hingga kini.

Sedangkan Abuhasan menyoroti suksesnya kearifan lokal apabila mampu menjaga dari budaya luar dalam pembangunan. Kalau ada budaya asing, jadikanlah sebagai bagian budaya dan bukan sebagai budaya daerah. Jadi, daerah harus mampu mengendalikannya. ”Kearifan lokal mempunyai nilai strategis dalam pembangunan,” kata Abuhasan.

Seminar itu diwarnai pula dengan satu sesi tanya jawab yang dilontarkan praja dari berbagai daerah. Mereka ada yang memberikan masukan terhadap penerapan kearifan lokal, menyampaikan opini hingga mengkritisi kebijakan pemerintah, termasuk Pemprov Kalteng.

”Saya tidak sependapat plasma kebun sawit itu 20 persen. Kalau perlu 100 persen. Kan yang punya lahan masyarakat juga,” kata Friska, Praja asal Bengkulu pada seminar yang berlangsung hingga pukul 11.00 WIB dan ditutup dengan penyerahan cenderamata IPDN oleh Muhadam kepada Teras Narang. anr

D

Sumber :

http://www.media.hariantabengan.com/index/detail/id/31524

Iklan

Read Full Post »

BATUSANGKAR. Dalam penyelengaraan otonom pemerintahan nagari dalam pengelolaan sumber daya alam (ulayat) haruslah melalui profesionalisme dengan memberdayakan anak nagari serta pemerintahan yang transparan dan terbuka.
Hasil penelitian yang dilakukan Peneliti Pusat Study Konstitusi  Fakultas Hukum Universitas Aandalas (Unand) bersama DPD RI tentang pengkajian otonomi nagari dan penguasaan SDA di Nagari Tanjung Bonai Kecamatan Lintau Buo Utara dan beberapa nagari di Sumatera Barat, terbukti dengan memiliki pemerintahan yang terbuka dan transparan serta memiliki  memiliki akuntabilitas, otomomi penuh bisa diberikan ke nagari dan sepenuhnya diselengarakan oleh nagari.
“Tidak dapat dimungkiri, perubahan yang dilakukan pemerintah pusat dalam penyelengaraan pemerintah daerah telah membuka peluang terselenggaranya pemerintahan daerah yang berkarakter lokal sesuai dengan aspirasi masyarakat dan keragaman daerah di suatu nagari,” ungkap Zainul Daulay Team Leader dalam penyampaian penelitiannya di depan Pemerintah Tanah Datar di aula kantor Bupati, beberapa waktu lalu.
Jelasnya, peneliatian yang memakan waktu sekitar 3 bulan ini telah dilakukan tim yang berjumlah 6 orang ke beberapa nagari yang berada di Sumatera Barat, termasuk Nagari Tanjung Bonai yang mempunyai banyak potensi sumber daya alam yang sampai saat ini masih belum terkelola secara merata.
“Dalam melakukan penelitian ini kita sangat berfokus kepada sejauh mana Pemerintah Nagari memiliki otonomi dalam penguasaan sumber daya alam (ulayat nagari) yang ada di nagari, hasil kajian ini dapat digunakan sebagai bahan kajian dan bahan masukan bagi DPD – RI dalam memperjuangkan hak-hak tradisional masyarakat hukum adat yang ada di daerah Sumatera Barat,” papar Zainul.
Turut hadir dalam mendengarkan hasil penelitian tersebut, Anggota DPD-RI Empi Muslion, Peneliti dan Team Leader Peneliti Pusat Study Konstitusi  Fakultas Hukum Universitas Aandalas (Unand), Assisten I Administrasi Umum Setda Tanah Datar Hardiman, Kabag  Pemnag & Urusan Rantau Erizal, pimpinan SKPD terkait, Wali Nagari se Kecamatan Lintau Buo Utara, tokoh masyarakat Tanjung Bonai, investor serta 5 orang peneliti lainnya.
Dalam penyampaian hasil penelitian yang dilakukan Peneliti Pusat Study Konstitusi  FH Unand tersebut kepada Pemkab Tanah Datar, Hardiman menjelaskan selama ini pemerintah daerah selaku fasilitator tidak pernah melakukan intimidasi kepada pemerintahan nagari dalam penyelengaraan pengelolaan sumber daya alam.
“Namun pemerintah selaku fasilitator mencarikan jalan keluar yang terbaik jika terjadi suatu permasalahan dalam penyelengaraan tersebut, dan malah memfasilitasikan ke tingkat pengadilan jika permasalahan tersebut harus di meja hijaukan,” tambah Hardiman.(dodoy)
Sumber :

Read Full Post »

Umumnya, pembentukan sungai, laut, atau gunung terjadi dalam waktu yang sangat lambat. Namun, kasus yang terjadi di Afar, kawasan utara Ethiopia, lain dari yang lain. Sebuah samudera mulai terbentuk dengan kecepatan luar biasa, untuk ukuran standar geologi.


Pada tahun 2005, Dereje Ayalew dan rekan-rekannya yang merupakan geolog dari Addis Ababa University terkejut, dan bahkan ketakutan. Bagaimana tidak, mereka baru saja turun dari helikopter dan menginjakkan kaki di dataran gurun di Ethiopia, saat bumi yang mereka pijak berguncang.

Sontak, pilot berteriak memanggil mereka kembali ke helikopter, dan benar saja. Seketika itu Bumi terbelah. Retakan tanah membuka dengan cepat dan bergerak menuju ke arah peneliti layaknya ritsleting yang membuka.

Setelah beberapa saat, tanah berhenti bergerak dan setelah pulih dari keterkejutannya, Ayalew dan rekan-rekannya menyadari bahwa mereka baru saja menyaksikan sejarah. Untuk pertamakalinya, manusia dapat menyaksikan tahap pertama lahirnya sebuah samudera.

Fenomena Abnormal

Normalnya, perubahan yang terjadi pada permukaan Bumi nyaris tidak kentara. Seumur hidup manusia terlalu singkat untuk menyaksikan sungai berbelok arah, gunung bertambah tinggi, atau terbukanya lembah baru.

Akan tetapi, di Afar, dalam beberapa bulan muncul ratusan celah yang memisahkan dasar gurun. Di saat yang sama, ilmuwan mendapati kenaikan ketinggian magma dari dalam Bumi semakin mendekati permukaan tanah.

Magma ini nantinya akan membentuk basal yang menjadi dasar samudera. Secara geologi, Seperti dikutip dari Spiegel, 13 Desember 2010, tak lama kemudian air dari Laut Merah akan memenuhi kawasan yang turun tersebut. Samudera akan lahir dan memecah Afrika.

Fenomena dramatis yang disaksikan Ayalew dan rekan-rekannya di gurun pasir Afar pada 26 September 2005 lalu merupakan bukti nyata proses itu. Terbukanya celah diikuti gempa bumi yang berlangsung terus menerus selama seminggu.

Dalam beberapa bulan kemudian, ratusan celah lain muncul di tanah, menyebar di kawasan seluas sekitar 900 kilometer persegi. “Bumi tidak berhenti bergerak setelahnya,” kata Tim Wright, geofisikawan dari University of Oxford. “Tanah masih terus terbelah dan tenggelam. Gempa bumi kecil masih terus mengguncang kawasan itu,” ucapnya.

Segitiga Afar, yang memotong Ethiopia, Eritrea, dan Djibouti, merupakan retakan terbesar di Bumi. Di bawahnya, ada tiga lempeng tektonik di mana lempeng Afrika dan Arab semakin menjauh dengan kecepatan 1 sampai 2 sentimeter per tahun. Ketika dua lempeng bergerak menjauh, tanah di atasnya anjlok dan menyediakan ruang untuk menampung air dari Laut Merah.

Pergerakan Tektonik

Lempeng bumi yang terus bergerak mengakibatkan Segitiga Afar tenggelam dengan cepat. Bagian tertentu sudah turun hingga lebih dari 100 meter di bawah permukaan laut.

Saat ini, dataran tinggi yang mengelilingi penurunan Afar masih mampu mencegah air dari Laut Merah masuk ke kawasan ini. Akan tetapi, erosi dan pergerakan lempeng tektonik terus menurunkan ketinggian benteng alami tersebut. Belum lagi banjir yang rutin melanda kawasan itu.

Sumber magma Afrika adalah sebuah aliran batuan lunak raksasa di perut Bumi dan memotong melintasi benua Afrika. Proses pergerakan magma ini dimulai sekitar 30 juta tahun lalu saat pertamakali lava berhasil mencapai lempeng benua dan kemudian memisahkan semenanjung Arab dengan Afrika dan menghasilkan Laut Merah.

Rangkaian gunung berapi yang berjajar sepanjang sekitar 6 ribu kilometer di bagian timur Afrika juga memberikan bukti bahwa benua Afrika sedang terbelah. Di beberapa bagian, kerak bumi sudah mulai terbuka dan memungkinkan magma di bawahnya merangsak naik.

Dari Laut Merah di utara, sampai ke Mozambik di selatan, lusinan gunung berapi telah terbentuk. Gunung Kilimanjaro dan Nyiragongo merupakan dua yang terpopuler.

Menurut geofisikawan, dalam 10 juta tahun ke depan, gunung-gunung berapi aktif ini dan juga kawasan dataran di sekitar retakan-retakan Afar, pada akhirnya akan tenggelam ke dalam laut.
Vivanews.com

Read Full Post »


 

Ketua MK Mahfud MD dan hakim anggota Akil Mochtar resmi melaporkan kasus percobaan penyuapan hakim konstitusi kepada KPK. Ada 3 orang yang diduga mengetahui percobaan penyuapan ini yang dilaporkan Mahfud Cs.

Tribunnews.com

“Kami sekarang melaporkan percobaan penyuapan terhadap hakim konstitusi. Yang kami laporkan 3 orang yang tahu adanya percobaan suap menurut laporan tim,” kata Mahfud dalam jumpa pers di Gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (10/12/2010).

Tiga orang yang dimaksud oleh Mahfud adalah Bupati Simalungun JR Saragih, Refly Harun, dan Maherswara Prabandono. “KPK beri komitmen tadi untuk memprioritaskan kasus ini agar segera tuntas,” ujarnya.

Mahfud menjelaskan kasus ini berawal saat Refly dan Maherswara menagih bayaran mereka pada kliennya JR Saragih. Saat diminta bayaran, Saragih justru meminta ada potongan harga pembayaran.
“Kata Refly, klien ini minta discount karena ada Rp 1 miliar yang harus dibayar ke hakim,” cetusnya.

Mahfud mengaku enggan melaporkan kasus ini ke Polri karena dia tak mau dituduh melakukan penyerangan balik. Ia pun khawatir jika kasus ini diserahkan ke Polri, publik akan menilai hakim MK tengah melakukan kriminalisasi.

“Nanti kalau dilaporkan Refly, nanti orang ditulisnya dikriminalisasi,” ungkapnya.

Sementara itu Akil Mochtar mengatakan, percobaan suap itu diberikan kepada hakim untuk mempengaruhi pekerjaannya. Perkara ini sudah masuk wilayah yang bisa ditangani oleh KPK.

“Mudah-mudahan apa yang kami laporkan bisa buat perang kasus. Kalau memang ada uangnya, kemana? Diterima oleh siapa? Dan hubungan kasusnya dengan yang mana?” tanyanya.

(detik.com/gus/fay)

Read Full Post »

Piala AFF 2010

Prediksi Laga Indonesia Versus Thailand


JAKARTA – Pelatih Indonesia, Alfred Riedl mengindikasikan akan merotasi pemainnya saat Timnas Merah Putih bertemu Thailand di laga ketiga di ajang Piala AFF2010. Lolos ke babak semi-final usai menang sempurna di dua laga pertama menjadi alasan utama mengapa The Winning Team diganti pada laga yang memang tak lagi menentukan tersebut.

Selain untuk memberikan pemerataan pengalaman bertanding pada pemain muda lainnya, Riedl juga bermaksud mengistirahatkan sejumlah pemain kunci untuk menghadapi pertandingan di semi-final. Sebuah langkah pintar untuk “menghemat amunisi” dan mencoba “arteleri” lainnya.

“Akan ada beberapa perubahan pemain yang diturunkan, bisa kemungkinan dua, tiga atau empat pemain untuk semua sektor (depan, tengah dan belakang),” ujar Pelatih Alfred Riedl usai memimpin latihan di Lapangan C Gelora Bung Karno Senayan Jakarta, Minggu (5/12/2010).

Pun begitu, berkaca pada bosannya publik atas kekalahan yang terus diderita di ajang sepak bola, laga besok bukan menjadi laga kacangan. Timnas Indonesia berjanji akan memberikan yang terbaik bagi publik. Jika itu menjadi motivasi, tentunya Tim Garuda enggan dipermalukan -lagi- oleh Thailand di Stadion Gelora Bung Karno.

Asisten pelatih tim nasional Indonesia, Wolfgang Pikal memastikan hal itu. Timnas Indonesia layaknya dua laga awal, akan bermain maksimal dan menggedor jala lawan sebanyak mungkin.

“Kita di sini bukan untuk liburan dan harus memberikan yang terbaik,” ujarnya.

Kalau begitu, pertandingan lawan Thailand menjanjikan pertarungan sengit. Di kubu Thailand, kekalahan sama saja dengan kematian dan langsung tersingkir dari turnamen yang tadinya bertajuk Piala Tiger itu.

Pelatih Thailand, Bryan Robson, tentu tak ingin menuai kegagalan. Sepertinya ia mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi, termasuk saat menerima kabar bahwa Timnas Indonesia akan merotasi pemain. Baginya, rotasi pemain justru merupakan kerugian.

“Kami sama sekali tidak diuntungkan dengan adanya rotasi pemain di Indonesia. Justru itu membuat kami harus bekerja lebih keras, karena pemain cadangan biasanya mempunyai motivasi tinggi untuk memperlihatkan kemampuannya,” kata Robson.

Ditambahkan, anak asuhnya sudah siap menghadapi tekanan publik yang diperkirakan bakal memadati Stadion Utama. Robson pun menganggap Stadion Utama sebagai tempat keberuntungan bagi tim Gajah Putih.

“Thailand dihuni pemain yang sangat berpengalaman. Mereka sudah terbiasa tampil di stadion besar yang dipenuhi penonton. Bisa dibilang ini sebagai stadion keberuntungan bagi Thailand,” kata Robson.

Robson benar, Timnas Thailand memang dihuni oleh pemain-pemain senior. Spertinya mereka tahu untuk lebih dulu berusaha menggedor jala Indonesia. Itu hanya bisa terjadi bila pemain Thailand mampu mengendalikan alur permainan. Risiko kecolongan satu atau lima gol sekalipun tak berpengaruh buat Thailand. Hasilnya bakal sama. Untuk itu pola menyerang sepertinya menjadi pilihan yang dipilih Robson, alih-alih terus-terusan menunggu dan berjudi untuk terus diserang.

Skor pertandingan bisa jadi amat ketat. Pun, bila Indonesia mampu unggul lebih dulu, pertahanan Thailand bakal melonggar ,sebuah kesempatan bagi Tim Garuda untuk memperbanyak gol. Namun, apapun bisa terjadi di lapangan. Yang pasti, pertarungan keras akan tersaji di tiap lini. Motivasi Indonesia yang tak mau malu dan Thailand yang tak ingin tersingkir menjadi alasan mengapa pertandingan ini menjadi sangat menarik.

TRIBUNNEWS.COM/Editor: olan_gultom

Read Full Post »

Piala Citra 2010

Mereka yang Berjaya Merebut Piala Citra

Film ‘3 Hati 2 Dunia 1 Cinta’ memborong tujuh penghargaan, termasuk kategori film terbaik.


Sejumlah seniman perfilman berbinar mengangkat Piala Citra di atas panggung Festival Film Indonesia 2010. Mereka seolah tak peduli dengan kisruh di balik perhelatan insan perfilman nasional itu.

Film ‘3 Hati 2 Dunia 1 Cinta’ memborong tujuh penghargaan, termasuk kategori film terbaik. Ini jelas berbeda dengan versi juri lama yang memenangkan film ‘Sang Pencerah’.

Seperti diketahui, menjelang festival digelar, Komite Festival Film Indonesia mendadak mengganti dewan juri lama dengan yang baru. Meski resmi dibubarkan pada 2 Desember lalu, dewan juri yang lama tetap membuat keputusan pemenang sebagai pertanggungjawaban kerja mereka pada masyarakat.

Dalam pengumumannya, dewan juri lama menetapkan film ‘Sang Pencerah’ sebagai film terbaik FFI 2010. Film ini menyabet sembilan ‘Piala Citra’. Padahal sebelumnya, film yang dibintangi Lukman Sardi ini tidak masuk dalam daftar nominasi.

Berikut daftar peraih Piala Citra FFI versi juri baru yang diumumkan di Central Park, Jakarta Barat, Senin malam, 6 Desember 2010:

1. Film Terbaik: 3 Hati 2 Dunia 1 Cinta (PT Mizan Production)
2. Sutradara Terbaik: Benni Setiawan (3 Hati 2 Dunia 1 Cinta)
3. Pemeran Utama Pria Terbaik: Reza Rahadian (3 Hati 2 Dunia 1 Cinta)
4. Pemeran Utama Wanita Terbaik: Laura Basuki (3 Hati 2 Dunia 1 Cinta)
5. Pemeran Pendukung Pria Terbaik: Rasyid Karim (3 Hati 2 Dunia 1 Cinta)
6. Pemeran Pendukung Wanita Terbaik: Happy Salma (7 Hati, 7 Cinta, 7 Wanita)
7. Penata Artistik Terbaik: Oscar Firdaus (3 Hati 2 Dunia 1 Cinta)
8. Penata Sinematografi Terbaik: Roby Herby (I Know What U Did On Facebook)
9. Penata Musik Terbaik: Ian Antono dan Thoersi Argeswara (Alangkah Lucunya Negeri Ini)
10. Penata Suara Terbaik: Adityawan Susanto dan Novi Dwi R Nugroho (Alangkah Lucunya Negeri Ini)
11. Penyuntingan Terbaik: Aline Jusria (Minggu Pagi di Victoria Park)
12. Skenario Cerita Asli Terbaik: Musfar Yasin (Alangkah Lucunya Negeri Ini)
13. Skenario Cerita Adaptasi Terbaik: Benni Setiawan (3 Hati 2 Dunia 1 Cinta)

Sementara film pendek terbaik diraih oleh Jihad Adjie dalam filmnya yang berjudul ‘Kelas 5000an’. Dan, film dokumenter terbaik diraih oleh film ‘Hari-Hari Terakhir Bung Karno’.

Penghargaan Lifetime Achievement tahun ini diberikan kepada almarhumah Tuti Indra Malaon yang sebelumnya pernah dua kali memenangkan Piala Citra FFI tahun 1986 dan 1989.

 

• VIVAnews

Read Full Post »

Asal Usul Situs WIKILEAKS



WikiLeaks menjadi topik hangat beberapa waktu terakhir. Bukan mendadak tenar, tapi situs WikiLeaks.org sebelumnya sudah pernah membuat gempar. Tepatnya di bulan Juli 2010 ketika situs non-profit itu membocorkan puluhan ribu dokumen rahasia milik Amerika Serikat mengenai perang di Afganistan. Dokumen itu kemudian dibocorkan ke laman publik Wikileaks.

Siapa sebenarnya orang di belakang WikiLeaks yang baru-baru ini sukses membongkar fakta-fakta sekaligus rahasia besar milik militer AS?

Adalah Julian Paul Assange yang merupakan pendiri sekaligus jurubicara WikiLeaks. Ia membesarkan situs whistle-blower tersebut sejak Desember 2006. Assange adalah seorang aktivis Internet sekaligus jurnalis asal Australia. Sebelum menangani WikiLeaks, pria kelahiran 3 Juli 1971 itu hanyalah seorang siswa matematika dan fisika yang bekerja sebagai programmer.

Di tahun 2006, Assange memutuskan untuk fokus membesarkan WikiLeaks. Dia terlibat dalam publikasi dokumen tentang pembunuhan yang tak tersentuh hukum di Kenya. Selain itu, dia juga mengungkap pembuangan limbah beracun ke pantai Afrika, disusul publikasi manual Church of Scientology, prosedur Teluk Guantanamo, dan material-material yang melibatkan bank-bank besar seperti Kaupthing dan Julius Baer.

Mungkin beberapa temuan Assange di atas masih asing di telinga Anda. Namun, yang paling menarik, justru ketika pria berdarah Australia asli itu membongkar ratusan ribu dokumen milik militer AS, termasuk invasi Amerika Serikat di Afghanistan dan Irak.

Pada 28 November 2010, WikiLeaks dan lima rekan media lainnya resmi mempublikasikan dokumen-dokumen tersebut di website cablegate.wikileaks.org. Sayang, website itu buru-buru ditutup oleh empunya domain asal Amerika Serikat (AS). Padahal, di laman tersebut, Anda bisa menemukan informasi berupa kumpulan memo diplomatik bersifat rahasia atau terbatas.

Jika belum sempat membacanya, Anda tidak perlu khawatir. Karena WikiLeaks.org telah bermigrasi dan mempunyai banyak situs bayangan. Dokumen-dokumen tentang hubungan diplomatik AS dan sejumlah negara di dunia masih tersedia.

Menurut kabar terbaru, WikiLeaks kini mempunyai 355 alamat baru yang bisa diakses untuk umum. Ya, WikiLeaks belajar dari pengalaman setelah dibunuh oleh penyedia domain di AS.

Untuk diketahui, WikiLeaks merupakan proyek dari Sunshine Press. Sekarang sudah cukup jelas bahwa WikiLeaks bukanlah website yang dimotori oleh suatu organisasi atau pemodal berlatar belakang politik. Ia murni muncul sebagai website independen. Ia adalah kelompok global independen yang mewadahi orang-orang berdedikasi tinggi dengan ide pers bebas.

Beberapa perusahaan startup teknologi terlibat dalam pengembangan WikiLeaks sampai hari ini, termasuk dari Amerika Serikat sendiri, kemudian China, Taiwan, Eropa, Australia, dan Afrika Selatan. Sampai saat ini, penggagas dari WikiLeaks belum diketahui siapa. Hanya motifnya: meningkatkan transparansi di dunia.

Tak mau dibilang jumawa, di dalam websitenya, mereka mengatakan kebenaran temuan dan laporan mereka didasarkan pada bukti dan fakta, bukan semata-mata opini.

“Di saat badan-badan intelijen menimbun informasi dan bukti-bukti, WikiLeaks justru melakukan hal yang sebaliknya. Kami berusaha dengan susah payah membongkar semuanya dan mempublikasikan ke depan publik tanpa rasa takut dan penuh dukungan,” tulis Assange dalam websitenya.

Di bulan Juni 2009, WikiLeaks mencatat lebih dari 1.200 relawan terdaftar dengan sembilan anggota dewan penasehat, termasuk Assange, Phillip Adams, Wang Dan, C. J. Hinke, Ben Laurie, Tashi Namgyal Khamsitsang, Xiao Qiang, Chico Whitaker dan Wang Youcai.

“Motif utama WikiLeaks adalah mengungkap aksi rezim yang menindas negara-negara di Asia, beberapa negara pecahan Uni Soviet, Afrika, dan Timur Tengah. Kami juga berharap dapat membantu orang-orang di mana pun yang ingin mengungkapkan perilaku tidak etis di dalam pemerintahan dan perusahaan,” kata Assange.

Meski ditutup secara paksa, menyusul pemberangusan akunnya di PayPal, WikiLeaks masih bertahan. Selain di, Assange cs telah menyiapkan sejumlah 355 alamat lain untuk mengantisipasi serangan hacker. “Keep us strong. Help WikiLeaks keep governments open,” tulis WikiLeaks pada banner yang terpampang di laman depan website. (umi)


Sumber ; • VIVAnews

Read Full Post »

Older Posts »