Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘teNtaNg peNuLis’ Category

Sobat

Hari ini aku mau minta kan-masukannya akan but-rambutku

karena aku salah seorang penikmat lagu dangdut, jadi ingat lagu yang ada membahas tentang Rambut

yang kira kira liriknya seperti ini ‘Rambut rambut sipa ini kasih, yang membuatku tak enak diri”

Supaya aku bisa enak diri, please berikan aku masukan untuk memilih rambutku yaaa ??

dulu 15 tahun yang lalu, kepalaku seperti foto 1 dan 2 dibawah ini, aku ingin bebas mengekspresikan apa yang ada dibalik untaian rambut rambut kesayanganku….

1

2

sekarang rambutku seperti foto 3 dan 4 ini ;

3

4

…….

Militer enggak polisipun kagak

cepak tidak botakpun muak

berhubung Insya Allah beberapa hitungan minggu lagi mau balek kekandang

setelah terbang melayang diawang awang beberapa derak

naaahh

aku bingung memikirkan kembali evolusi jatidiriku

karena aku mau kembali mengabdi buat Ibu Pertiwi

bahasa “mengabdi” ini menurutku juga sedikit bahasa basa basi

karena bukan hanya semata mengabdi

karena aku juga diberi gaji dan mencari nafkah untuk kelangsungan hidup dan keluargaku di bumi

aku akan kembali untuk menjadi Biro Rakyat tapi ada juga yang bilang sebagai Birokrat

yaa sudahlah karena memang aku bekerja ada Biro-nya (meja kerja) dan juga untuk melayani rakyat hehehee..

karena sepanjang pengalamanku diranah perburuhan (jadi ingat ada artikel di padangmedia.com yang judulnya Kita Semua Adalah Buruh).

yang terlebih dahulu dilihat adalah penampilan kulit mulus luarnya

seperti salah satu contoh pada kasus rambut diatas

yang dilihat adalah ukuran panjang rambutnya, tetapi bukan dilihat ukuran isi rambutnya... 😀

karena itu aku minta kan-makan-masukan dari bat-sobat

kepalaku haruskah menuruti ukuran panjang rambut atau menurut ukuran isi rambut ?

kalau aku sendiri maunya aku kembali kehabitatku yang hakiki yakni rambutku pada Foto 1 dan 2….

DITUNGGU SARAN DAN MASUKANNYA……………………

SALAM JABAT ERAT

Read Full Post »

Padang Beach

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

.

Foto : Copyright Blogger Indarung

Read Full Post »

Foto Foto Kaka Puty liburan di Padang

<<< Kaka lagi action di pantai Padang

<<<<<<<

Sepiring Berdua ama dek Thata

Minta doongg mamam nya ?

nyamm nyamm

<<<<<<<

<<<<<<<

<<<<<<<

<<<<<<<

Foto : copyright blogger Indarung

Read Full Post »

KEPADA BELAHAN JIWA KAMI..

SANGATLAH SULIT MENGGAMBARKAN BETAPA BERHARGANYA ENGKAU…
DALAM DOA YANG KAMI PANJATKAN
KAMI SERINGKALI MENETESKAN AIRMATA SETIAP KALI MENGINGATMU

BETAPA BERHARGANYA KAMI MEMILIKI PEMIMPIN SEPERTIMU..
YANG MENGAJARKAN KAMI BANYAK HAL..
MENGAJARKAN KAMI ARTI KEHIDUPAN,
MENGAJARKAN KAMI BAHWA HIDUP ADALAH PERJUANGAN
MENGAJARKAN KAMI UNTUK SELALU BERSYUKUR
ATAS BERKAH DAN LIMPAHAN RAHMAT-NYA

MENGAJARKAN KAMI BAHWA…
HIDUP TAK SELAMANYA HARUS TERLEWATI
DALAM IRINGAN DERAI DAN TAWA..
BAHWA HIDUP ADALAH NUANSA….
ADA KALA SENANG, SEDIH, TERTAWA DAN MENANGIS..

BAHWA APA YANG KITA JALANI SEKARANG..
ADALAH SALAH SATU DARI NUANSA KEHIDUPAN ITU…

TIADA UNGKAPAN KATA YANG SANGGUP KAMI CURAHKAN …
UNTUK MENGGAMBARKAN BETAPA BERHARGA DAN BERARTINYA
ENGKAU DALAM HATI DAN SANUBARI KAMI

KAMI HANYA BISA BERDOA KEPADA-NYA
SEMOGA MENGIZINKAN KITA
UNTUK MEMBERIKAN LEBIH BANYAK WAKTU DAN NUANSA INDAH
AKAN HARI-HARI YANG KITA LALUI

AMIN…

Batusangkar/4 Juli 2008

Dari kami belahan jiwamu

DEDEK, ABANG, KAKA & UNDA

_____

Read Full Post »

Malam ini jiwa dan pikiranku begitu buncah.

Ada perasaan rindu, galau, gundah, sedih, hampa, sepi akan kehangatan dan kebersamaan dengan istri dan anak anakku.

Aku mendapat kabar anak anakku yang duduk dibangku Sekolah Dasar, hari Sabtu kemaren mereka sudah menerima rapor, yang pertama namanya Puty Ichiradinda Muslion sekarang kelas 2 SD, dengan hasil yang membuat aku hanya bisa mengucapkan Alhamdulillah, dia dapat panggilan kedepan saat upacara penerimaan rapor karena masuk barisan terbaik dikelasnya, juga nilai keterampilannya yang terbaik dikelasnya. Dengan nilainya ; Bhs Inggris 80, Matematika 92, IPA 80, BTA 82, PKN 75, IPS 73 dan Bahasa indonesia 73, Amin yaa Allah.

Sedangkan anak keduaku namanya Muhammad Hiroaghayeff Muslion yang sekarang masih duduk di kelas 1 SD juga membuatku bertafakur mengucapkan Alhamdulillah, sebenarnya usianya masih untuk ukuran TK tapi karena kakaknya memakai pakaian putih dan merah hati ayam, dia juga ingin masuk ke SD. Adapun nilai rapornya ; Matematika 95, Bahasa Indonesia 80, IPA 79, IPS 82, BTA 81, Bahasa Inggris 77 dan PKN 66. Amin ya Allah.

Alhamdulillah yaa Allah SWT engkau berikan kekuatan dan hidayah nan tak terkira buat buah hati kami.

Anak anakku, terima kasih atas perjuangan kalian, terima kasih atas pengorbanan kalian terhadap keegoisan Papamu yang sering meninggalkanmu disaat kehangatan itu masih melekat dimalam tidurmu.

Istriku, terima kasih atas ketegaran dan kebersahajaanmu menjaga dan mengasuh bidadari hati, pahlawan jiwa dan penyejuk sukma kita, walau berat beban yang kau pikul sebagai ibu sekaligus sebagai bapak di pojok kampung sana.

Anak anakku, papa nggak menuntut apa apa terhadap aktifitas sekolah kalian, papa hanya ingin kalian belajar dengan baik saja, apapun adanya itulah hasil kerja anak anak papa.

Kalau hasilnya baik, itu adalah karena kekuatan, kesabaran dan hasil kerja belajar kalian bersama Unda.

Kalau hasilnya kurang baik, itu adalah karena kesalahan dan keegoisan papa yang sering meninggalkan kalian disaat kalian butuh bimbingan, canda dan belaian papa.

Nak…

Selamat yaahh ????

dengan berteman hujan kerinduan dan banjir air mata dari jarak 12.000 km.

PAPA

LYON

—————–

Puty Ichiradinda Muslion

Muhammad Hiroaghayeff Muslion

Muhammad DeValco Aghazzan Muslion


Read Full Post »

PUISI UNTUK PAPA

BATUSANGKAR, 26 JUNI 2008\

PAPA
TELAH SEPULUH BULAN KITA TIDAK BERTEMU
KAPAN KAU DATANG
PAPA
KAU PERGI JAUH MENINGGALKANKU
KAU PERGI UNTUK MENCARI ILMU
KAN KUIKUTI LANGKAHMU

SURAT UNTUK PAPA

HIRO SAYANG PAPA
KA PUTY SAYANG PAPA
DEK GHAZZAN SAYANG PAPA
BUNDA JUGA SAYANG PAPA

MHD. HIROAGHAYEFF MUSLION

Read Full Post »

Dialog tentang AKKBB di PCIM Perancis

.

Postingan ini adalah Diskusi saya dengan salah seorang yang ikut menandatangani PETISI AKKBB (Andar Nubowo) yang dirilis ke khalayak masyarakat Indonesia pada tanggal 10 Mei 2008 yang lalu.

.

Diskusi ini saya lakukan dalam milis group PCIM (Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah) Perancis. Yang mana saya dan beberapa kawan diskusi saya ini adalah pengurus sekaligus pendiri dari PCIM Perancis yang disyahkan melalui Surat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Din Samsudin dengan Nomor. SK. PP Muh. No. 41/KEP/1.0/B/2008 tertanggal 09 februari 2008 M atau 02 Shafar 1429 H.

.

Diskusi ini tentunya tidak bisa mewakili pendapat para penandatangan AKKBB secara keseluruhan, tetapi paling tidak diskusi ini bisa menambah referensi pemikiran kita akan sebuah Petisi yang ditandatangani oleh para berbagai lintas elemen, intelektual, ulama dan juga mantan pengelola tertinggi negara.

.

Jika ada nama nama atau organisasi yang tersangkut paut dalam diskusi ini, semua itu saya pikir bukan untuk membela atau menyudutkan organisasi tersebut tetapi lebih kepada sebuah diskusi/dialog/diskursus untuk melihat dinamika yang terjadi di negara kita, moga moga bisa mendapatkan pencerahan yang konstruktif, solutif bagi kita semua.

.

Jika diantara pembaca/pengunjung Blog saya ini, ada kiranya pendapat yang kurang sesuai atau ingin menambahkan diskusi ini saya persilahkan dengan setulus hati, mari kita teruskan diskusi ini dengan pikiran jernih dan hati terbuka dan menyampaikannya dengan bahasa yang santun dan mencerahkan.

.

BERIKUT HASIL DISKUSI TERSEBUT ;

———————————————————

.

Assalamualaikum Wr Wb

SALAM PCIM Saudara semua

Saudara Ketua PCIM Perancis Saudaraku Andar Nubowo.

Melihat perkembangan yang terjadi diantara Umat Muslim kita di tanah air saat ini, terutama menyikapi kelompok Ahmadiyah (JAI) sepertinya diantara Umat Muslim kita sendiri berada diantara dua sudut pandang yang berbeda dalam menyikapinya yakni ;

1. Kelompok yang sepertinya menerima keberadaan Ahmadiyah ditengah umat yang menganut Ajaran Islam walau ajarannya sendiri jelas jelas sangat bertentangan dengan KETAUHIDAN yang sangat esensial sekali dari tuntunan Islam yakni Al-Quran dan Hadits Rasul Muhammad SAW, dimana mereka mengakui adanya Nabi setelah Nabi Muhammad SAW dan penafsiran/penyimpangan lainnya. Penerimaan kelompok ini DENGAN DASAR kebebasan memeluk dan keyakinan beragama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dan HAM.

2. Kelompok yang menolak Ahmadiyah yang mengakui sebagai Umat Islam, karena Ahmadiyah jelas jelas menodai agama Islam, yang ditolak oleh mereka bukanlah Ahmadiyah-nya tetapi Ahmadiyah yang masih mengaku sebagai pemeluk Ajaran Islam. Kelompok ini menyilahkan pengikut Ahmadiyah untuk bebas memeluk keyakinannya tetapi buatlah keyakinan sendiri yang TIDAK MENGATASNAMAKAN ISLAM.

Yang membikin saya agak murung, kedua kelompok yang bersitegang ini diisi dan disikapi oleh orang orang yang menurut saya amat tinggi pemhamannya tentang ISLAM.

Salah satunya adalah kelompok yang menamakan diri AKKBB ini, yang mana Saudara Andar SELAKU PRIBADI ikut salah satu sebagai penandatangannya.

Karena itu pada kesempatan ini, saya ingin meminta pemikiran/masukan/ sudut pandang Saudara Andar untuk ikut memutuskan salah satu penandatanagan PETISI ini.

Apa dasar/alasan/ argumentatifnya baik secara kajian Islam maupun secara Hukum Ketatanegaraan.

Mungkin bisa sebagai bahan pemikiran dan masukan buat kita bersama.

Atas perhatian dan penjelasan dari Saudara Andar nantinya, saya ucapkan terima kasih.

Salam Jabat Erat

Empi MUSLION Jb

——————————————–

Assalamu’alaikum,

Bang Empi yang baik,

Terima kasih atas beberapa pertanyaan pentingnya.

Saya coba menjawab sbb:

1. Petisi AKKBB pada dasarnya merupakan seruan untuk mempertahankan Keindonesiaan kita yang majemuk. Petisi itu bukan untuk membela Ahmadiyah saja. Ahmadiyah adalah salah satu kasus dari persoalan-persoalan yang mengancam kebinekaan Indonesia. Selain itu, seruan ini muncul mengingat dewasa ini, terutama paska mundurnya Soeharto, kelompok-kelompok atas nama agama tertentu yang hendak memaksakan ideologi dan agenda politiknya pada rakyat. Tentu saja, tujuan mereka adalah mengganti dasar negara kita Pancasila dan UUD 45 dengan ideologi berbasis agama, bahkan merubah negara kita menjadi negara agama. Cara-cara mereka bervariasi, ada yang melalui dialog, kampanye, seminar, publikasi (MMI, HTI), jalur politik (PKS) hingga cara-cara kekerasan telanjang yang sering kita saksikan dengan dada miris (FPI). Yang tidak kita inginkan adalah bila segelintir ormas tersebut memaksakan kehendak politik dan ideologinya pada mayoritas rakyat. Berdasarkan survey LSI, sekitar 80 persen muslim Indonesia tetap setia pada bentuk negara kita yang majemuk. Jika mereka mengatasnamakan umat Islam. Lalu, umat islam yang mana? Umat Islam Indonesiakah? ??

2. Apel Akbat AKKBB di Monas adalah aksi untuk memperingati Hari Lahir Pancasila, bukan untuk membela Ahmadiyah saja seperti yang dituduhkan. Aksi ini diikuti berbagai lembaga, ormas, NGO lintas agama yang prihatin dengan fenomena seperti yang disebut di poin pertama. 289 tokoh yang menandatangani Petisi AKKBB yang diterbitkan pada 10 Mei juga sangat beragam. Dan tokoh itu semuanya merasa prihatin dengan ancaman serius kebinekaan dan masa depan Indonesia. Tokoh panutan kita Buya Syafii Maarif, Pak Amien Rais, Azyumardi Azra, Syafii Anwar mau tanda tangan karena besarnya ancaman kebangsaan dan kenegaraan tersebut. Jika Petisi AKKBB itu dituduh sebagai seruan untuk membela Ahmadiyah ansich adalah sebuah kekeliruan besar.

3. Kelompok islam syariat (meminjam istilah disertasinya Haedar Nashir, Ketua Muhammadiyah) , sering bersinggungan dengan aksi-aksi kekerasan, pemaksaan kehendak, dan pelanggaran hak asasi manusia, dan pelanggaran terhadap prinsip-prinsip Islam sendiri. Kita bisa sebut misalnya, Peristiwa Monas, belum lagi penyerangan dan pengusiran warga Ahmadiyah di Lombok NTB, di Parung Bogor Jawa Barat. Secara akidah, tentu kita boleh tidak bersetuju dengan keyakinan Ahmadiyah tentang konsep kenabian dan Wahyu, tetapi sebagai warga negara mereka punya hak yang sama untuk dilindungi dari berbagai agitasi dan intimidasi, bahkan eksterminasi. Kekerasan dengan dalih apapun adalah pelanggaran hukum.

4. Kekerasan yang dilakukan Komando Laskar Islam pimpinan Munarman bukanlah kekerasan baru. Kekerasan itu adalah pengulangan berpuluh kali kekerasan yang mereka lakukan terhadap pihak-pihak yang berseberangan, baik secara ideologi, politik, ataupun sosial-ekonomi. Mereka tentu berdalih, kekerasan yang dilakukan sudah tepat berdasarkan islam. Tentu kita harus jeli, apa bener islam mengajarkan cara-cara anarki seperti itu? Kita tentunya ingat, foto Munarman yang mencekik anak buahnya sendiri. Terhadap anak buahnya yang seide dan sepaham saja demikian, apalagi dengan pîhak atau kelompok lain yang berseberangan. Apalagi, ketika kelompok itu mendapat stigma sesat, kafir, dan halal darahnya (pidato Sekjen FPI Sobri Lubis, Muhammad Khatat (HTI) dan Abu Bakar Ba’asyir (MMI) di Youtube jelas-jelas sangat berbahaya dan mengancam keutuhan bangsa).

5. Tentu saja, jika ideologi kekerasan atas nama Islam ini suatu hari nanti berhasil mengendalikan Indonesia, kekerasan-kekerasan lain akan bermunculan. Dalam sejarah, DI/TII memfavoritkan anarki, eksterminasi terhadap kelompok berseberangan, pun dengan sesama muslim sendiri. Pengalaman Front islamique du salut (FIS, 1989-1991) di Aljazair mengajarkan bahwa ideologi islamis justru akan melanggengkan interes politik dengan cara-cara brutalisme atas nama agama. Ideologi kekerasan seringkali tumbuh dari penafsiran keagamaan yang kaku, dan eklusif serta merasa benar sendiri. Klaim kebenaran sepihak biasanya diikuti dengan aksi kekerasan untuk mempertahankan statis quo ideologi rigidnya. Mahmud Muhammad Thaha, ulama Sudan, penulis The Second Message of Islam, dihukum gantung gara-gara penfsirannya berbeda dengan rejim islamis yang berkuasa.

6. Mengenai Ahmadiyah, mereka mempunya penafisran yang berbeda dengan mainstream Islam tentang konsep kenabian dan Wahyu. Terkait tentang kenabian, menurt Prof. Iskandar Zulkarnain, Ahmadiyah memahami ada tiga klasfikasi kenabian, yaitu nabi Sahibu al-syari’ah dan Mustaqil atau langsung. Nabi tersebut adalah pembawa syari’at untuk manusia. Sedangkan Nabi Mustaqil adalah hamba Allah yang menjadi nabi dengan tidak mengikuti nabi sebelumnya. Nabi Muhammad saw termasuk nabi Sahibu al-syari’ah dan Mustaqil seperti Nabi Musa a.s yang membawa Taurat. Berikutnya adalah nabi Mustaqil Ghair al-Tasyri’i, yakni hamba Allah yang menjadi nabi dengan tidak mengikuti nabi sebelumnya. Mereka tidak membawa syari’at baru dan ditugaskan menjalankan syari’at yang dibawa nabi sebelumnya. Misalnya, seperti Nabi Harun, Daud, Sulaiman misalnya. Dan, terakhir adalah nabi buruzi, Ghair al-Tasyri’i, yaitu hamba Tuhan yang mendapat anugerah menjadi nabi semata-mata karena kepatuhannya pada nabi sebelumnya dan mengikuti syari’at. Menurut Ahmadiyah Qadian, hamba Tuhan yang masuk golongan ini adalah Mirza Ghulam Ahmad yang mengikuti syari’at Nabi Muhammad saw. Ini yang harus dipahami. Pasalnya, hal tersebut yang menjadi pangkal persoalan di Indonesia seperti yang terjadi belakangan ini. Menurut keyakinan muslim Sunni khususnya di Indonesia, tidak ada nabi lagi setelah Nabi Muhammad, entah itu yang disebut buruzi atau nabi yang lain. Perbedaan penafsiran atau klasifikasi ini yang tidak bisa diterima oleh sebagian masyarakat Muslim di Indonesia, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) seperti tertuang dalam fatwanya.

Jadi, memang ada perbedaan mendasar tentang penafsiran konsep Nabi dengan kita sebagai mainstream. Maka, yang perlu kita lakukan adalah dialog yang sehat, bukan kekerasan!

7. Sebagai kader Muhammadiyah, tentu aqidah saya tidak sama dengan Ahmadiyah. Dan, saya juga tidak seaqidah dengan sekelompok Islam yang menggunakan cara-cara kekerasan dalam berdakwah. Bukankah Allah menyuruh kita berdakwah dengan cara yang bijak dan baik dan bersikap lemah lembut?? Saya juga bangga dengan Muhammadiyah Pusat yang hendak mengadakan dialog di Jakarta dengan mengundang pihak Ahmadiyah dan para penentanganya. semoga dialog nanti melahirkan kejelasan tentang persoalan-persoalan ruwet selama ini. Amien. Kita berharap selalu yang terbaik bagi citra Islam di muka bumi ini. Izzul islam wal Muslimin.

8. Doakan saya tidak masuk penjara ya.. begitu pulang nanti…

Begitu dulu bang Empi…

Maaf baru balas, habis nonton bola.. Perancis dibombardir Belanda eyiii 4-1..

He he he he..

Wassalam,

Andar Nubowo

—————————————————–

Waalaikumsalam Wr Wb

Saudaraku Andar, Rizal yang baik terima kasih atas tanggapannya dan Keluarga Besar PCIM Perancis semuanya

Alhamdulillah, saya mendapat sedikit gambaran akan beberapa argumen dari Saudara Andar dan mungkin begitu juga alasan lainnya oleh beberapa orang penandatangan Petisi AKKBB ini lainnya.

Pada kesempatan ini, saya kembali ingin berdiskusi dan meminta masukan kita bersama. Diskusi saya pada kali ini lebih menekan pada PETISI AKKBB, sedangkan mengenai Ahmadiyah, FPI, MMI, HTI, PKS dan lainnya mungkin pada waktu yang lain kita diskusikan. Karena saudara Andar sendiri mengatakan bahwa Petisi ini bukan hanya ditujukan pada Ahamadiyah saja.

Terlebih dahulu kembali saya copypastekan ISI PETISI AKKBB ;

MARI PERTAHANKAN INDONESIA KITA!

Indonesia menjamin tiap warga bebas beragama. Inilah hak asasi manusia yang dijamin oleh konstitusi. Ini juga inti dari asas Bhineka Tunggal Ika, yang menjadi sendi ke-Indonesia- an kita. Tapi belakangan ini ada sekelompok orang yang hendak menghapuskan hak asasi itu dan mengancam ke-bhineka-an. Mereka juga menyebarkan kebencian dan ketakutan di masyarakat. Bahkan mereka menggunakan kekerasan, seperti yang terjadi terhadap penganut Ahmadiyah yang sejak 1925 hidup di Indonesia dan berdampingan damai dengan umat lain. Pada akhirnya mereka akan memaksakan rencana mereka untuk mengubah dasar negara Indonesia, Pancasila, mengabaikan konstitusi, dan menhancurkan sendi kebersamaan kita. Kami menyerukan, agar pemerintah, para wakil rakyat, dan para pemegang otoritas hukum, untuk tidak takut kepada tekanan yang membahayakan ke-Indonesia- an itu.

Marilah kita jaga republik kita.

Marilah kita pertahankan hak-hak asasi itu.

Marilah kita kembalikan persatuan kita.

Jakarta, 10 Mei 2008

ALIANSI KEBANGSAAN untuk KEBEBASAN BERAGAMA dan BERKEYAKINAN

Tanggapan saya, atas masukan/tanggapan dari Saudara Andar sebagai salah seorang penandatangan AKKBB ;

1. Untuk masalah seruan MEMPERTAHANKAN KEINDONESIAAN KITA YANG MAJEMUK, Saya secara pribadi SANGAT SEPENDAPAT dengan eleman anak bangsa lainnya. Tidak bisa ditawar lagi bahwa Ideologi Negara Indonesia adalah PANCASILA dan UUD 1945. Inilah yang terbaik dan telah menjadi pemikiran yang amat panjang oleh peletak bangsa kita termasuk tokoh tokoh/pejuang/ pahlawan Islam zaman dahulu lainnya, bukan Ideologi Agama atau lainnya.

2. Saudara Andar mengatakan bahwa “Petisi itu bukan untuk membela Ahmadiyah saja. Ahmadiyah adalah salah satu kasus dari persoalan-persoalan yang mengancam kebinekaan Indonesia”

Bolehlah saya bisa menerima alasan itu, tetapi dalam Petisi itu menurut saya kurang proporsional, kurang fokus sasarannya dan kurang mengakomodasi elemen anak bangsa lainnya.

Mengapa saya katakan TIDAK PROPORSONAL, KURANG FOKUS SASARANNYA DAN TIDAK MENGAKOMODASI ELEMEN ANAK BANGSA LAINNYA ?

KARENA dalam Petisi itu hanya dicantumkan nama Ahmadiyah saja, dari sini menimbulkan kesan bahwa AKKBB membela Ahmadiyah. Menurut saya karena status Ahmadiyah dan juga argumen penentangnya BELUM JELAS duduk perkaranya, saya sangat menyayangkan mengapa Petisi AKKBB secara langsung menyembutkan nama organisasi/lembaga Ahmadiyah dalam Petisi itu dan bahkan cenderung membela keberadaan Ahmadiyah dengan mengatakan bahwa penganut Ahmadiyah yang sejak 1925 hidup di Indonesia dan berdampingan damai dengan umat lain. Sehingga AKKBB-pun menurut saya menjadikan Ahmadiyah sebagai OBJEK untuk menyerang elemen anak bangsa lainnya yang dianggap akan melencengkan ideologi bangsa.

3. Jika memang tujuan AKKBB murni untuk menyelamatkan Ideologi Pancasila dan menentang pihak pihak yang belakangan ini dianggap ada sekelompok orang yang hendak menghapuskan hak asasi itu dan mengancam ke-bhineka-an yang menyebarkan kebencian dan ketakutan di masyarakat, mengapa harus menompang atau menangguk berkah ditengah polemik ummat tentang Ahmadiyah ?

Ahmadiyah ini sendiri memang perdebatan/polemikn ya sudah cukup panjang dinegara kita. Jika AKKBB bermaksud menentang kelompok kelompok yang dianggap akan menjerumuskan ideologi negara kita yang mana Saudara Andar sebutkan seperti ; MMI, MTI, PKS, HTI mengapa tidak langsung dan fokus saja menunjuk badan/lembaga/ orang orangnya itu dengan jelas ? mengapa disamarkan ?

Bukankah ini sebuah PETISI yang BENCONG ? sehingga AHMADIYAH yang berada pada posisi yang lemah juga ikut ditangguk oleh AKKBB. Fairkah itu ?????
Jadi saya melihat AKKBB juga ikut memperburuk dan meperkeruh suasana.

4. Saya sangat SETUJU jika ada perbedaan perbedaan apapun yang terjadi di negara kita harus dilakukan dengan DIALOG yang DAMAI dan SALING MENGHORMATI dan MENGHARAGAI ANTAR SESAMA baik MENGHARGAI HUKUM maupun MENGHARGAI SELAKU SESAMA MANUSIA YANG DIBERI AKAL. Cuma dengan cara AKKBB yang juga membuat PETISI seperti ini yang mana penandatangannya adalah orang orang yang sangat kita dengarkan pemikirannya dan bahkan ada tokoh tokoh bangsa, terus terang saya juga merenung panjang jadinya, saya melihat PETISI ini kurang elegan caranya, mengapa kurang Elegan ?

Petisi ini memperlihatkan kepada kita bersama, bahwa kekerasan, kekejaman, penanaman doktrin agama yang dianggap dilakukan oleh pihak yang menggerogoti Pancasila dan UUD 1945, pihak AKKBB juga melakukannya dengan cara yang sama dengan pihak yang dianggap menggerogoti Pancasila dan UUD 1945 itu. Mengapa saya katakan dengan cara yang sama ? dengan adanya PETISI ini berarti pihak AKKBB telah mengkalim diri sebagai salah satu Pihak yang merasa benar untuk menyelamatkan ideologi Pancasila dan UUD 1945, mungkin tujuan itu sangat baik, tetapi apakah pihak AKKBB tidak menyadari bahwa pihak lainnya seperti para penentang ajaran Ahmadiyah, atau kelompok lainnya yang dianggap AKKBB akan menggerogoti ideologi Pancasila dan UUD 1945 (seperti yang Saudara Andar sebutkan diatas MMI, MTI, PKS dan FPIl) apa betul sepenuhnya mereka akan menggerogoti Pancasila dan UUD 1945 ? apakah AKKBB bisa langsung memfeto mereka ? apakah AKKBB tidak melihat banyak anak bangsa lainnya di antara elemen tersebut yang sangat setia pada Pancasila dan UUD 1945 ?. Jadi saya melihat AKKBB terjebak pada hukum GENERALISASI.

5. Jika memang AKKBB tujuannya murni untuk menyelamatkan Kebhinnekaan kita, mengapa dalam Petisi jelas jelas memihak kepada salah satu kelompok ? seperti Ahamadiyah tersebut, mengapa bahasanya tidak NETRAL saja (dengan tidak menyebutkan nama Ahmadiyahnya) dan berdiri diatas semua golongan dan perbedaan anak bangsa yang ada ? mengapa tidak mengajak kedua pihak atau berbagai pihak lainnya untuk berdiskusi, berdialog mencari solusi nan bijaksana bagi kebhinnekaan kita ? yang lebih saya sesali mengapa langsung langsung menyebutkan nama AHMADIYAH-nya dalam petisi itu ? disini jelas jelas terlihat ada interest tertentu terhadap kelompok tertentu.

6. Dalam Petisi AKKBB ada seruan sepeeti “Kami menyerukan, agar pemerintah, para wakil rakyat, dan para pemegang otoritas hukum, untuk tidak takut kepada tekanan yang membahayakan ke-Indonesia- an itu.”

Jika memang AKKBB berada pada pihak yang katanya ingin MEMPERTAHANKAN INDONESIA KITA, dari seruan tersebut sangat memperlihatkan bahwa ;
– Seruan AKKBB tersebut sangat tendensius/emosiona l dan juga memaksakan pendapat kepada pemerintah dengan adanya kalimat “UNTUK TIDAK TAKUT KEPADA TEKANAN yang membahayakan ke-Indonesia- an itu” bukankah itu juga adalah kalimat yang sangat provokatif ?

– Dari seruan tersebut, memperlihatkan pihak AKKBB juga secara langsung ikut mempertentangkan kelompok dalam masyarakat sendiri.

7. Jika memang AKKBB murni MEMPERTAHANKAN INDONESIA KITA mengapa tidak melakukan/pendekata n dialog yang damai, sejuk, sabar, berkesinambungan dan merangkul kesemua elemen (Seperti ; AHMADIYAH, FPI, HTI, MMI, PKS, Muhammadiyah, NU dan eleman terkait lainnya?) dan mengapa tidak langsung saja bekerjasama dengan pemerintah ? mengapa harus membuat kubu kubuan dan memakai PETISI PETISI-an ???

Saya rasa itu dulu sementara uneg uneg saya, tolong lihat saya sebagai salah satu warga PCIM Perancis yang sama sama memiliki kepedulian dan kecintaan kita terhadap Bangsa, saya tidak menujukan uneg uneg diskusi saya ini buat Saudara/Sohibku Andar secara pribadi, tetapi saya tujukan terutama buat diri saya yang masih sangat belum bisa mengerti akan kehadiran AKKBB ini.

Mungkin dari masukan saudara Andar dan saudara saudara lainnya, semakin lama alam pemikiran kita dan saya khususnya akan semakin terbuka dan mengerti tentang persoalan/keadaan yang sesungguhnya.

Salam Jabat Erat

Wassalam

Empi MUSLION Jb

——————————————————–

Bang Empi, saya akan coba jawab sesuai poin-poin pertanyaan yang Bang Empi ajukan pada saya.

1. Untuk masalah seruan MEMPERTAHANKAN KEINDONESIAAN KITA YANG MAJEMUK, Saya secara pribadi SANGAT SEPENDAPAT dengan eleman anak bangsa lainnya. Tidak bisa ditawar lagi bahwa Ideologi Negara Indonesia adalah PANCASILA dan UUD 1945. Inilah yang terbaik dan telah menjadi pemikiran yang amat panjang oleh peletak bangsa kita termasuk tokoh tokoh/pejuang/ pahlawan Islam zaman dahulu lainnya, bukan Ideologi Agama atau lainnya.

*=== Iya Bang, semestinya begitu. Pancasila dan UUD 45 sudah sangat tepat. Kebersetujuan Bang Empi terhadap kemajelukan itu menjadi modal besar untuk memahami persoalan-persoalan besar yang akhir-akhir ini datang bertubi-tubi.


2. Saudara Andar mengatakan bahwa “Petisi itu bukan untuk membela Ahmadiyah saja. Ahmadiyah adalah salah satu kasus dari persoalan-persoalan yang mengancam kebinekaan Indonesia”

Bolehlah saya bisa menerima alasan itu, tetapi dalam Petisi itu menurut saya kurang proporsional, kurang fokus sasarannya dan kurang mengakomodasi elemen anak bangsa lainnya.

Mengapa saya katakan TIDAK PROPORSONAL, KURANG FOKUS SASARANNYA DAN TIDAK MENGAKOMODASI ELEMEN ANAK BANGSA LAINNYA ?

KARENA dalam Petisi itu hanya dicantumkan nama Ahmadiyah saja, dari sini menimbulkan kesan bahwa AKKBB membela Ahmadiyah. Menurut saya karena status Ahmadiyah dan juga argumen penentangnya BELUM JELAS duduk perkaranya, saya sangat menyayangkan mengapa Petisi AKKBB secara langsung menyembutkan nama organisasi/lembaga Ahmadiyah dalam Petisi itu dan bahkan cenderung membela keberadaan Ahmadiyah dengan mengatakan bahwa penganut Ahmadiyah yang sejak 1925 hidup di Indonesia dan berdampingan damai dengan umat lain. Sehingga AKKBB-pun menurut saya menjadikan Ahmadiyah sebagai OBJEK untuk menyerang elemen anak bangsa lainnya yang dianggap akan melencengkan ideologi bangsa.

=== Saya berbeda dengan Bang Empi dalam soal Petisi ini. Namanya sebuah petisi, harus jelas pesannya.

Supaya pesan tersebut dapat diterima dengan jelas, maka ditaruhlah sebuah kasus. Kasus penyerangan, pengusiran yang menimpa warga Ahmadiyah adalah kasus telanjang yang akhir-akhir ini menguat. Kasus diskriminasi terhadap warga Ahmadiyah bukti bahwa terjadi premanisme dan aksi-aksi brutal yang mengancam kedamaian dan kemajemukan bangsa. Dalam teori teks, kita disuruh mengaitkan teks dan konteks, sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik. Itulah dialektika teks dan konteks. Teks tidak bisa berdiri sendiri tanpa melihat konteks. Jika Petisi ini dipahami sebagai pembelaan terhadap Ahmadiyah, pemahaman itu tidak keliru. Tapi tidak mampu menangkap pesan sebenarnya, yakni adanya fenomena premanisme, diskriminasi kelompok tertentu terhadap warga negara lainnya. Inilah yang mengancam kebersamaan kita sebagai bangsa. Jika, Pancasila kita terima sebagai tenda besar, payung besar, maka bentuk-bentuk ketidakadaban seperti itu tidak akan terjadi. Tentu kita tidak ingin mengulang dalih kekerasan Orde Baru dan Orde Lama bukan? Dulu, atas nama Pancasila, Sukarno dan Suharto menerapkan sistem totalitarianisme di Indonesia. Totalitarianisme negara atas warganya. Mudah-mudahan, bentuk-bentuk totalitarianisme warga negara atas negara tidak terjadi. Ini yang seharusnya kita cegah bersama.

3. Jika memang tujuan AKKBB murni untuk menyelamatkan Ideologi Pancasila dan menentang pihak pihak yang belakangan ini dianggap ada sekelompok orang yang hendak menghapuskan hak asasi itu dan mengancam ke-bhineka-an yang menyebarkan kebencian dan ketakutan di masyarakat, mengapa harus menompang atau menangguk berkah ditengah polemik ummat tentang Ahmadiyah ?Ahmadiyah ini sendiri memang perdebatan/polemikn ya sudah cukup panjang dinegara kita. Jika AKKBB bermaksud menentang kelompok kelompok yang dianggap akan menjerumuskan ideologi negara kita yang mana Saudara Andar sebutkan seperti ; MMI, MTI, PKS, HTI mengapa tidak langsung dan fokus saja menunjuk badan/lembaga/ orang orangnya itu dengan jelas ? mengapa disamarkan ?

===Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB). Aliansi ini dibentuk untuk menyuarakan toleransi dan liberté de conscience di Indonesia. Jalan yang ditempuh AKKBB adalah dialog dan damai. Dialog, seminar, kampanye, tentang ini kebebasan beragama, pluralisme, dan kesetaraan dalam berbangsa dan bernegara sudah berkali-kali digelar. Berkali-kali itu pula hujatan, intimidasi hingga pentakfiran (dicap kafir, sesat) diterima bahkan fatwa mati. Jika cara-cara teror dan anarkisme seperti ini kurang jelas sebagai sebuah ancaman, maka sepantasnya kita merenung; apakah kita juga merestui cara-cara seperti ini? Cara yang elegan untuk mengungkapkan ketidaksetujuan terhadap petisi ini adalah dengan menerbitkan petisi juga. Inilah cara-cara yang berlaku disebuah negara yang demokratis, bukan anarkis. Petisi dilawan dengan petisi. Buku dilawan dengan buku. Tulisan dilawan dengan tulisan. Akal dilawan dengan akal. Ini sebuah dialektika sehat yang mestinya terjadi di sebuah negara yang demokratis. Maka, jika petisi dilawan dengan pemukulan dan aksi premanisme, hal ini menandakan ada sesuatu serius yang tengah terjadi di negara kita.

Bukankah ini sebuah PETISI yang BENCONG ? sehingga AHMADIYAH yang berada pada posisi yang lemah juga ikut ditangguk oleh AKKBB. Fairkah itu ?????
Jadi saya melihat AKKBB juga ikut memperburuk dan meperkeruh suasana.

=== Bang Empi tampaknya terjebak dengan teori konspirasi. he he he..
Saya dan AKKBB tidak menangguk materi. Kami juga bukan antek asing, agen Yahudi. Kami hanyalah sekelompok insan yang beraliansi untuk menyelamatkan kebebasan dan kesetaraan antar warga. Jika itu tercapai, itulah kebahagian tertinggi yang mungkin akan kami tangguk.

4. Saya sangat SETUJU jika ada perbedaan perbedaan apapun yang terjadi di negara kita harus dilakukan dengan DIALOG yang DAMAI dan SALING MENGHORMATI dan MENGHARAGAI ANTAR SESAMA baik MENGHARGAI HUKUM maupun MENGHARGAI SELAKU SESAMA MANUSIA YANG DIBERI AKAL. Cuma dengan cara AKKBB yang juga membuat PETISI seperti ini yang mana penandatangannya adalah orang orang yang sangat kita dengarkan pemikirannya dan bahkan ada tokoh tokoh bangsa, terus terang saya juga merenung panjang jadinya, saya melihat PETISI ini kurang elegan caranya, mengapa kurang Elegan ?
Petisi ini memperlihatkan kepada kita bersama, bahwa kekerasan, kekejaman, penanaman doktrin agama yang dianggap dilakukan oleh pihak yang menggerogoti Pancasila dan UUD 1945, pihak AKKBB juga melakukannya dengan cara yang sama dengan pihak yang dianggap menggerogoti Pancasila dan UUD 1945 itu. Mengapa saya katakan dengan cara yang sama ? dengan adanya PETISI ini berarti pihak AKKBB telah mengkalim diri sebagai salah satu Pihak yang merasa benar untuk menyelamatkan ideologi Pancasila dan UUD 1945, mungkin tujuan itu sangat baik, tetapi apakah pihak AKKBB tidak menyadari bahwa pihak lainnya seperti para penentang ajaran Ahmadiyah, atau kelompok lainnya yang dianggap AKKBB akan menggerogoti ideologi Pancasila dan UUD 1945 (seperti yang Saudara Andar sebutkan diatas MMI, MTI, PKS dan FPIl) apa betul sepenuhnya mereka akan menggerogoti Pancasila dan UUD 1945 ? apakah AKKBB bisa langsung memfeto mereka ? apakah AKKBB tidak melihat banyak anak bangsa lainnya di antara elemen tersebut yang sangat setia pada Pancasila dan UUD 1945 ?. Jadi saya melihat AKKBB terjebak pada hukum GENERALISASI.

====AKKBB tentu tidak mengkalim dirinya paling Pancasilais. Paling patriotis.
AKKBB sesuai namanya Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkayakinan hanya berikhtiar untuk memperjuangkan hak dan kesetaraan dalam beragama dan berkeyakinan. Ini tidak sebatas Ahmadiyah saja. Siapapun atau kelompok manapun yang mengalami diskrimlinasi atas kebebasannya, pasti akan kita bela. Dulu para tapol Islam seperti ustadz Abu Bakar Ba’asyir dibela oleh para demokrat yang tidak suka dengan anarki totaliter Suharto. Perlu juga kita ketahui, Ahmadiyah sejatinya kelompok agama yang pandangannya tidak jauh beda dengan para penentangnya; yakni mengusung fundamentalisme keagamaan, merasa benar sendiri. Ahmadiyah jelas mendakwahkan ajarannya dan menganggap umat diluar kelompoknya (yang tidak menerima Mirza Ghulam Ahmad sebagai Nabi) adalah belum terselamatkan alias tersesat. Dalam shalat, mereka harus berimam dan bermakmum dengan jamaahnya sendiri. Begitu juga dalam soal nikah. Mereka tidak lain adalah kelompok Islam Ahmadi yang fundamentalis dan ekslusif. Jadi ada titik singgung antara Ahmadiyah dan para penentangnya; truth claim. Tapi mengapa mereka dibela? Pembelaan AKKBB bukan bersifat ideologis, tetapi lebih pada persoalan diskriminasi dan kekerasan yang mereka terima. Sebagai yang lemah, mereka layak untuk dibela. Jika suatu hari FPI, atau MMI mengalami hal yang sama, pasti kita akan membelanya.

Bang Empi yang baik, tidak sulit untuk mengukur faktor-faktor yang merongrong dasar kemajemukan kita sebagai bangsa: Jika ada kekerasan, diskriminasi, dan eksterminasi warga negara oleh kelompok lainnya yang ingin memaksakan ideologinya. Diskursus politik HTI, MMI, FPI sudah amat jelas dan telanjang membuktikan itu (Bang Empi bisa stel ulang video di Youtube seperti yang ditunukkan Rizal).

5.Jika memang AKKBB tujuannya murni untuk menyelamatkan Kebhinnekaan kita, mengapa dalam Petisi jelas jelas memihak kepada salah satu kelompok ? seperti Ahamadiyah tersebut, mengapa bahasanya tidak NETRAL saja (dengan tidak menyebutkan nama Ahmadiyahnya) dan berdiri diatas semua golongan dan perbedaan anak bangsa yang ada ? mengapa tidak mengajak kedua pihak atau berbagai pihak lainnya untuk berdiskusi, berdialog mencari solusi nan bijaksana bagi kebhinnekaan kita ? yang lebih saya sesali mengapa langsung langsung menyebutkan nama AHMADIYAH-nya dalam petisi itu ? disini jelas jelas terlihat ada interest tertentu terhadap kelompok tertentu.

=== seperti yang saya jelaskan di atas, kurang lebihnya.

6. Dalam Petisi AKKBB ada seruan sepeeti “Kami menyerukan, agar pemerintah, para wakil rakyat, dan para pemegang otoritas hukum, untuk tidak takut kepada tekanan yang membahayakan ke-Indonesia- an itu.”
Jika memang AKKBB berada pada pihak yang katanya ingin MEMPERTAHANKAN INDONESIA KITA, dari seruan tersebut sangat memperlihatkan bahwa ;
– Seruan AKKBB tersebut sangat tendensius/emosiona l dan juga memaksakan pendapat kepada pemerintah dengan adanya kalimat “UNTUK TIDAK TAKUT KEPADA TEKANAN yang membahayakan ke-Indonesia- an itu” bukankah itu juga adalah kalimat yang sangat provokatif ?

– Dari seruan tersebut, memperlihatkan pihak AKKBB juga secara langsung ikut mempertentangkan kelompok dalam masyarakat sendiri.

===Pembacaan dan pemberian makna terhadap kalimat itu bisa multitafsir. Bisa berbeda-beda, tergantung dari sudut pandang mana kita melihatnya. Pemaknaan itu juga tergantung pada seberapa besar kemampuan kita memetik pesan yang disampaikan. Jika petisi itu dianggap sebagai provokasi, silahkan saja. Tapi yang jelas, dengan dalih apapun penyerangan Monas adalah tindakan yang tidak bisa diterima akal sehat. Jika sebuah kalimat disebut sebagai provokasi dan memancing anarki, saya miris dan mengelus dada saya berulang-ulang, sebegitu mudahkan para pembela-pembela islam terprovokasi? Di manakah akal sehat dan hikmat kesabaran dan kebijakan yang diajarkan islam? Jika kita, umat, masih gampang marah, mendahulukan emosi daripada akal sehat dalam menyelesaikan persoalan, jelas kita akan terpuruk. Karakter fragile inilah yang dulu pernah dimanfaatkan Suharto untuk memprovokasi eks veteran Darul Islam. Akhirnya, mereka sendiri terpecah belah dan bernasub mengenaskan. Komando Jihad adalah bukti nyata keberhasilan Ali Murtopo memanfaatkan fragilitas karakter kelompok islamis fundamentalis yang lebih mengagungkan sentimen daripada akal sehat. Dan jika kita baca lagi, ada kedekatan militer dengan kelompok islamis seperti pada kasus FPI dan Laskar Jihad (bisa kita diskusikan selanjutnya) .

Terakhir, konsep tabayun dan dialog memang cara terbaik menyelesaikan konflik.
Saya berpendapat persoalan aqidah, ideologi, seharusnya sudah selesai setelah 60 tahun mebih kemerdekaan kita.

JIka kita ingin maju, sebaiknya persoalan-persoalan seperti ini didialogkan dengan cara yang arif dan bijak. Saya setuju, AKKBB tidak sepenuhnya melalui cara-cara yang elegan, karena masih menimbulkan kontroversi dan “provokasi” atas sebagian kelompok lainnya. Di sinilah peran kuat negara amat dibutuhkan dalam menjembatani konflik antar warga negara. Jika sesama warga negara berkonflik, maka munculnya totalitariasnime gaya Orla dan Orba tidak mustahil bisa muncul kembali..

Terimakasih dan wassalam,


Andar Nubowo

——————————————————————-

Terimakasih Saudaraku Andar atas jawabannya.

Selanjutnya. …..

Ada beberapa hal substansi pertanyaan saya yang saya rasa belum dijawab oleh Saudara Andar dengan argument yang dapat saya terima ;

1. Mengapa AKKBB dalam Petisinya tidak langsung menunjuk hidung kepada kelompok yang dituju ? seperti (MMI, MTI, PKS, HTI) yang saudara Andar sebutkan itu ? mengapa untuk kasus Ahmadiyah AKKBB bisa langsung mencatutkan kasusnya dalam Petisi itu?

Maka karena itulah yang sebut Petisi itu BENCONG.

2. Perlu dicatat dalam Dialektika yang mengedapankan dialog, itu juga harus ada rambu dan etika yang harus dipenuhi, karena dialektika itu sendiri adalah komunikasi dua arah (untuk lebih jelas mungkin bisa dibaca lagi tentang Ilmu Komunikasi terutama tentang komponen dan proses komunikasi). Kemudian mungkin perlu juga saya tambahkan, seperti dialektika yang dikemukakan oleh Tan Malaka bahwa dalam Dialektika harus ada ; Waktu, Pertentangan, Timbal balik dan Seluk beluk (pertalian). Naah saya melihat unsur unsur melakukan dialektika yang baik ini oleh insan penandatangan AKKBB yang sarat diisi oleh inteletual, ulama dan tokoh masyarakat tidak terpenuhi sebagaimana dialektika yang akademis dan bermartabat.

Sebagai contoh bahwa Petisi itu tidak memenuhi salah satu unsur dialektika, Kepada siapa Petisi itu ditujukan ?, dalam petisi itu tidak terlihat kepada siapa ditujukan ; hanya disebutkan “ada sekelompok orang yang hendak menghapuskan hak asasi itu dan mengancam ke-bhineka-an.” ; siapa kelompok itu ? maka jadilah Petisi AKKBB itu menjadi dialektika yang mengambang, dialektika yang menggeneralisasi, dialektika jurus mabuk karena TIDAK JELAS siapa lawan dialognya.

3. Saudara Andar menyebutkan ; Jika Petisi ini dipahami sebagai pembelaan terhadap Ahmadiyah, pemahaman itu tidak keliru. Tapi tidak mampu menangkap pesan sebenarnya, yakni adanya fenomena premanisme, diskriminasi kelompok tertentu terhadap warga negara lainnya.

Justru saya melihat Petisi AKKBB ini yang tidak mampu memberikan Pesan yang jelas, tegas dan lugas sebagaimana sebuah pesan yang akurat dalam berdialektika. Jika memang ada fenomena premanisme, diskriminasi kelompok tertentu terhadap warga Negara lainnya mengapa konteksnya tidak focus saja kesana dengan melakukan dialog dengan mereka pihak yang disinyalir tersebut ?

Menurut saya dalam berdialektika harus di dudukakn kasus dan permasalahan yang mau didialekkan, jika mau mendialogkan Ahmadiyah yah fokus saja dulu membahas Ahmadiyahnya, jika menyangkut kekerasan/premanism e/diskriminasi kelompok yaa bahas saja itu lengkap teks, kasus dan objek pelakunya. JANGAN DICAMPUR ADUK, itu namanya DIALOG YANG MENCAMPURADUKKAN KASUS.

Makanya saya sebutkan AKKBB menompang atau menangguk berkah ditengah polemik ummat tentang Ahmadiyah.

4. Saudara Andar telah mengakui dengan mengatakan Saya setuju, AKKBB tidak sepenuhnya melalui cara-cara yang elegan, karena masih menimbulkan kontroversi dan “provokasi” atas sebagian kelompok lainnya. Di sinilah peran kuat negara amat dibutuhkan dalam menjembatani konflik antar warga negara.”

Yang perlu saya tambahkan ketika Saudara Andar menyebutkan Di sinilah peran kuat negara amat dibutuhkan dalam menjembatani konflik antar warga negara.” Maka kepada para penandatangan AKKBB sebelum menandatangani Petisi itu harus terlebih dahulu memikirkan dan memutuskan matang matang sebelum mengambil keputusan dengan membuat Petisi yang mengambang itu terhadap implikasi dan akibat yang ditimbulkannya kedepan baik secara Vertikal maupun Horizontal bagi Negara dan warganya.

Para penandatangan Petisi AKKBB juga harus bertanggungjawab penuh dengan Petisi itu, tidak bisa melepas tangan dan menyerahkan begitu saja kepada Pemerintah dan Negara dari implikasi yang ditimbulkan oleh keluarnya Petisi itu.

Karena itu saya minta Saudara Andar untuk bisa merenungi pertanyaan saya yang saya anggap sangat substansi di point Nomor 7 yang belum saudara andar jawab yakni ;

7. Jika memang AKKBB murni MEMPERTAHANKAN INDONESIA KITA mengapa tidak melakukan/pendekata n dialog yang damai, sejuk, sabar, berkesinambungan dan merangkul kesemua elemen (Seperti ; AHMADIYAH, FPI, HTI, MMI, PKS, Muhammadiyah, NU dan eleman terkait lainnya?) dan mengapa tidak langsung saja bekerjasama dengan pemerintah ? mengapa harus membuat kubu kubuan dan memakai PETISI PETISI-an ???

CATATAN ;

Saya dengan HATI NURANI TERDALAM dan DENGAN MENYERAHKAN DIRI DENGAN MENYEBUT NAMA ALLH SWT, saya tidak berdiri diatas salah satu kelompok, atau membela salah satu kelompok, atau berkonspirasi dengan salah satu kelompok. Saya juga sangat tidak setuju dengan perilaku atau tindakan yang dilakukan oleh FPI atau organisasi yang serupa lainnya yang menggunakan cara cara kekerasan/intimidas i/premanisme dan lainnya (untuk hal ini saya sudah terlebih dahulu menyatakannya jauh hari sebelum saya mendiskusikan hal ini dengan Saudara Andar, bisa dibaca di Blog saya).

Mengapa saya menyinggung AKKBB karena menurut saya cara yang dilakukan oleh AKKBB SANGAT TIDAK ELEGAN jika dilihat dari nama nama orang yang ikut menandatangani PETISI itu dan seperti point point yang kita diskusikan ini.

Sehingga AKKBB IKUT MENYELESAIKAN MASALAH DENGAN MENIMBULKAN MASALAH

Itu dulu sementara tanggapan saya
Terima Kasih

Empi MUSLION Jb

——————————————————

Assalamualaikum WW,

.

Konon KH.Ahmad Dahlan pernah mengamanahkan pada generasi muda muhammadiyah agar selalu “HIDUP”. Tapi apa makna pemuda yang “hidup” menurut beliau?, pemuda yang hidup adalah pemuda yang berani bertanya bahkan mengkritik generasi yang lebih tua, sehingga yang terjadi bukanlah kevakuman/stagnasi melainkan suasana aktif dan dinamis. Kultur ini pulalah yang dikemudian hari menjadi trademark warga muhammadiyah dalam menjalankan organisasinya maupun kehidupan kesehariannya, sepanjang masih dalam koridor etika dan kesantunan, tak perlu segan untuk mengkritik generasi senior bahkan kepada senior dengan gelar dan pangkat jabatan yang tinggi sekalipun.

.

Nah dari sekelumit kisah nyata ini, tidak berlebihan jika penggunaanya di”kias”kan juga pada pimpinan bahkan rekan sesama dalam menghidupkan ruh berorganisasi dan beramal usaha dalam muhammadiyah, lebih-lebih hal ini bisa meluas diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.

.

Saya sampaikan apresiasi yang tinggi kepada Saudara Empi Muslion, bahwa dengan pertanyaan dan argumen-argumennya telah mampu menyegarkan kembali dinamika di milis PCIM (yang akhir2 ini tampaknya sedikit redup) sekaligus menunjukkan bahwa itulah jati diri insan muhammadiyah.

Bang Empi dengan tegas dan lugas menanyakan pada sang Ketum PCIM Prancis atas kondisi aktual yang terjadi dalam kaitannya yang berhubungan dengan beliau, sekalipun keterlibatan Sdr.Andar atas nama pribadi/tidak membawa2 PCIM yang dipimpinnya.

.

Tradisi seperti inilah yang perlu dipertahankan dan dilestarikan. …:-)… …....Bravo!!!

.

Sedikit ikutan nimbrung atas diskusi yang dibuka, terkait persoalan ahmadiyah,FPI, AKKBB,kerusuhan monas, dan segala persoalan disekitarnya.

Menurut hemat saya, saat ini sudah waktunya seluruh komponen bangsa untuk sama-sama menahan diri, tidak terbawa emosi dan saling intropeksi, baik yang ngotot ahmadiyah dibubarkan maupun yang ngotot ahmadiyah harus dibela.

Semua persoalan yang terkait dengan fatwa memfatwa, serahkanlah pada yang berkompeten dan selanjutnya dengan bijak menerima fatwa itu tanpa ada sedikitpun upaya menghilangkan hak hidup warga negara lainnya, dalam hal ini MUI telah sesuai menjalankan fungsi dan berperan dalam posisinya. Dan bila dirasa perlu diproses secara hukum menyangkut pembubaran lembaga/ormas, maka serahkanlah pada pemerintah (dibawah kendali dan keputusan presiden) yang punya kewenangan untuk memberi pertimbangan bubar atau tidaknya sebuah organisasi di tanah air.

.

Secara pribadi selaku muslim yang berpedoman pada syariat dan aqidah islam, jelas saya sangat menolak tegas adanya keyakinan “aqidah” para pengikut ahmadiyah, untuk alasan2nya jika perlu dilanjutkan diskusi,mungkin pada email berikutnya.. :-)….tapi saya yakin rekan2 semua sudah sangat faham.

Begitu pula sebagai kader muhammadiyah, saya tetap berpegang pada HPT (Himpunan Putusan Tarjih) Muhammadiyah tentang kafirnya seseoarang yang meyakini adanya kenabian setelah Rasul Muhammad SAW.

Dan sebagai muslim pula, saya tegas menolak segala bentuk kekerasan, penindasan, anarkisme dan segala “saudaranya” itu…:-)..karena gamblang dan banyak dalam Al Quran maupun Al Hadits diuraikan bahwa segala persoalan harus diselesaikan dengan baik-baik (mauidotun hasanah), dengan kesabaran (watawa saubis ssobri),menghindari dari segala pengrusakan di muka bumi (fasad), tidak dengan mendolimi orang lain, dan sebagainya.

.

Kembali pada persoalan FPI dan AKKBB, bukannya saya merasa sok pintar dan sok bijak, bagi saya ada baiknya kita tidak lantas terjebak pada GENERALISASI semata :

Pertama, bagi yang mensinyalir bahwa AKKBB adalah semata-mata membela ahmadiyah tentu tidaklah sepenuhnya benar, karena makna membela disini masih perlu diperluas, membela apanya dulu, membela aqidahnya atau membela pengikutnya agar tidak diserang dan diintimidasi? .Sebaliknya pihak AKKBB juga harus berhati-hati dalam menyampaikan maksudnya itu, jangan sampai maksud membela “warga ahmadiyah” (atau mungkin membela kelompok2 lain) dicampur adukkan dengan membenarkan keyakinan “menyimpang” mereka, dengan dalih menghormati kebebasan berkeyakinan dan beragama, terlebih bernaung dibawah nama besar Pancasila. Perlu ditegaskan lagi, bahwa dibawah Pancasila termasuk umat Islam Indonesia merupakan umat yang menghormati pemeluk agama lain bahkan mempersilahkan bagi mereka yang mau keluar dari Islam untuk pindah ke agama lain,tapi persoalan ini adalah diluar “frame” itu semua, seandainya Ahmadiyah menjadi Agama tersendiri sebagaimana yang ada di Pakistan, sepertinya semua akan beres, bahkan sekalipun penandatangan petisi AKKBB berjumlah 1000 orang, mungkin tidak akan mencuat menjadi masalah serius seperti sekarang.

Kedua, bagi yang terlalu sinis dan alergi pada FPI, saya pikir itu sangat berlebihan, bolehlah kita tidak setuju cara mereka berdakwah, bolehlah kita mengelus dada ketika mereka meneriakkan ALLAHU AKBAR tapi disaat itu pula melakukan tindakan membabi buta menyerang yang lemah, dan boleh pulalah kita tersinggung dengan khotbah yang sangat provokatif apalagi mengeluarkan kata-kata “ekstrim” seperti halnya di jaman perang melawan penjajah,dll. Namun kita perlu ingat, sekeras-keras mereka dalam berdakwah,mereka juga saudara kita seiman dan seaqidah. Kalau kita senantiasa menjunjung tinggi upaya dialog dan damai (seperti yang hendak ditujukan pada Ahmadiyah) kenapa kita juga tidak lantas mendekati mereka dengan mengajak untuk berdialog?, dengan harapan tentunya merubah cara dakwah yang menakutkan itu. Begitu pula FPI hendaknya mengedepankan strategi dalam berdakwahnya, tidak lantas maen pukul apa yang dianggap salah,dholim, maksiat,dsb, karena kekerasan fisik sangat mudah dimanfaatkan orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk adu domba. Apalagi negara kita adalah negara hukum

Khusus tentang FPI, saya tegaskan lagi, saya sangat menghargai upaya mereka untuk menegakkan syariat islam dan menyelamatkan aqidah islam namun saya SANGAT TEGAS menolak segala tindakan brutalisme mereka. Dan akibat ulah mereka,saya prihatin sering kita jumpai sorotan media (elektronik dan cetak) yang mengulas kebrutalan aksi2nya dan dengan sendirinya akan merusak citra Islam. Namun saya lebih prihatin lagi jika ada diantara saudara-saudara kita seiman (sadar maupun tidak sadar) juga ikut-ikutan melakukan propaganda untuk mendiskreditkan FPI, ingat!! jangan sampai niat kita untuk tidak setuju pada “anarkisme” dengan sendirinya menimbulkan “islamophobia” . Mereka juga saudara kita seperti layaknya warga ahmadiyah yang perlu mendapat “pencerahan” .

Semoga seluruh kader muhammadiyah bener2 bisa menjadi “pencerah” seperti yang telah diamanatkan pendiri dan para perintis organisasi ini. Memberikan pencerahan kepada mereka yang menyimpang, “sesat” , pelaku anarkisme, dll.

.

Sedikit “curhat” saya di milis PCIM ini tak lain sebagai sebuah upaya merespon diskusi sebagai “majelis taklim maya” sekaligus saling ber tabayun dan sharing kondisi-kondisi aktual disekitar kita. Dengan harapan bekerjasama dan tolong menolong dalam kebaikan dan takwa (walo sekedar ide dan tulisan).

Sebagaimana tersurat dalam QS Al Maidah : 2 (….”wa ta’awanu alal birri wattaqwa, wa la ta’awanu ‘alal itsmi wal ‘udwan”….. )

.

wallahu a’lam bissawab.

fastabiqul khoirot

Semoga Euro 2008 bisa menjadi hiburan kita saat ini,,:-)…

Prancis maennya kok “keok” ya???,,,,wah jagoin belanda aja kalo gt…

wassalam

Afif – La Rochelle

Read Full Post »

Older Posts »