Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Uncategorized’ Category

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 43 TAHUN 2014
TENTANG
PERATURAN PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA

Dapat diakses klik PP 43 tahun 2014

Iklan

Read Full Post »

Usai kalah dari Malaysia, tim nasional pulang ke Indonesia dengan kepala tertunduk. Tak ada lagi undangan makan maupun berkunjung ke rumah pejabat pada skuad besutan Alfred Riedl.

Pelatih tim nasional, menyesalkan tokoh politik maupun pejabat yang selama ini kerap mendatangkan gangguan pada konsentrasi pemain.
Menurut Alfred, terlalu banyak wawancara, minta tanda tangan dan lain sebagainya, merupakan hal yang tidak terlalu penting bagi tim nasional.
Dia mambana, konsentrasi pemain jangan diganggu menjelang leg kedua Piala AFF yang berlangsung, Rabu (29/12) di Jakarta.
Menurut Alfred, kekalahan tim nasional akibat terlalu banyaknya seremonial yang tak perlu. “Kami kalah karena banyak faktor non teknis,” kata dia.
Ketua MPR, Taufik Kiemas, juga menyesalkan politisasi terhadap tim nasional. “Kalau mau memberi bonus, nanti saja setelah juara,” kata dia.
Di lain pihak, Wakil Ketua DPR RI, Anis Matta, menilai kehadiran elite politik di stadion bisa berdampak buruk bagi penampilan timnas.
“Karena itu, saya kurang setuju jika ada elite politik yang menonton langsung partai final dari tribun di stadion, karena akan memberikan beban politik,” kata Anis.
Ia mengatakan, kekalahan dari Malaysia sebagai efek politisasi yang membuat tekanan tersendiri kepada tim nasional Indonesia.
Anis menyarankan agar semua elite politik tersebut lebih baik menonton bareng melalui televisi dari kantornya atau lingkungannya masing-masing.
Ketika tim nasional kalah, tak ada yang peduli kepada Bambang Pamungkas dan kawan-kawan. Padahal, ketika tampil bagus di penyisihan grup, banyak saja undangan makan dan acara lainnya dari tokoh politik dan pejabat.
Sementara itu, Menpora Andi Alfian Mallarangeng meminta agar tim nasional tidak diganggu untuk berbagai hal yang tidak perlu.
Usai melapor kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Kepresidenan, Senin (27/12)), Andi mengatakan, tim nasional harus berkonsentrasi dan berkonsolidasi untuk memenangkan pertandingan final leg kedua.
Andi menilai masih ada kesempatan bagi Indonesia untuk menang melalui pertandingan leg kedua meskipun berat harus mencetak empat gol tanpa sekalipun kebobolan dari Malaysia.
Apalagi, menurut dia, pemain Malaysia tentu bertandang ke Jakarta dengan penuh kepercayaan diri setelah menang pada pertandingan pertama. “Tentu saja berat tetapi bukan tidak mungkin. Kita pernah menang 5-1, rasanya kita bisa menang lagi,” ujarnya, seraya berharap dukungan kepada tim nasional tidak berkurang.

Bisa retak

Guru besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, mengingatkan para tokoh dan elite Indonesia untuk terus mengimbau para pendukung Indonesia agar tidak melakukan tindakan seperti suporter Malaysia.
Hikmahanto menilai kekalahan Indonesia atas Malaysia yang diwarnai oleh tindakan suporter Malaysia menembakkan sinar laser ke arah pemain Indonesia, bila tidak dikelola dengan baik, berpotensi menjadi sumber ketegangan baru hubungan Indonesia-Malaysia ketika pertandingan putaran kedua nanti.
“Pemerintah, para tokoh dan elite harus terus menghimbau para suporter Indonesia hingga menjelang pertandingan agar mereka tidak melakukan tindakan tidak terpuji seperti suporter Malaysia,” katanya yang dilansir republikaonline.
Menurut dia, pelatih dan para pemain pun bila perlu melakukan himbauan yang sama. Menurutnya, pelatih dan para pemain bisa menyampaikan, mereka tidak membutuhkan dukungan sebagaimana yang dilakukan pendukung Malaysia.
“Pendukung Indonesia diminta untuk percaya pada kemampuan para pemain dan pelatih untuk mengalahkan timnas Malaysia,” katanya.
Nurdin membantah
Meski tim nasional telah jadi alat politik dan pendomplengan bagi citra diri, Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid tetap saja membantah tudingan politisi sepakbola.
Kritikan publik tak digubris Nurdin Halid. Aktivitas nonteknis timnas seperti jamuan makan siang dari Aburizal Bakrie dan istighosah di pondok pesantren dianggap bukan sebuah masalah. Isu politisasi organisasi pun kembali dibantah.
Menurut Nurdin, jamuan makan di kediaman Ical dilakukan sebagai bentuk ucapan terimakasih atas perhatian salah satu orang terkaya di Indonesia itu pada PSSI. Disebutnya, selama dia memimpin PSSI, 80 persen pembiayaan tim Merah Putih berasal dari keluarga Bakrie.
“Saya sampaikan pada pengurus, timnas, ofisial dan pelatih, saya mau mengucapkan terimakasih pada keluarga Bakrie,” ucap Nurdin yang dilansir detikcom.
Tidak hanya itu, perayaan Istighosah di pondok Pesantren Ash-Shiddiqiyyah, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, juga dianggap bukan sebuah masalah yang mengganggu konsentrasi tim. Kegiatan yang dilakukan hanya 16 jam sebelum timnas berangkat ke Malaysia itu murni karena ada niat baik dari para Kyai untuk mendoakan pemain.
Saat ditanya soal politisasi Merah Putih, menurut dia, orang yang mempermasalahkan politisasi timnas justru bagian dari politisasi itu sendiri.
Di tubuh PSSI, kata Nurdin, memang tersebar berbagai tokoh parpol, namun bukan berarti ada politisasi timnas seperti yang dituduhkan.
“Di PSSI ada Demokrat, ada Golkar, Gerindra, dan ada Hanura. Kalau saya bawa politisasi, tidak mungkin saya bertahan 3 tahun jadi ketua umum di PSSI,” katanya.
Belum pesta
Sementara itu, pelatih Malaysia, Krishnasamy Rajagobal menyatakan belum ingin berpesta.
“Kami bermain sangat baik dengan mencetak tiga gol, tapi pekerjaan belum selesai. Kami masih punya 90 menit lagi untuk tetap fokus,” katanya.
Malaysia hanya butuh hasil imbang atau kalah dua gol untuk memastikan meraih juara Piala AFF untuk pertama kali dalam 14 tahun terakhir.
Sementara timnas Indonesia harus menang 4-0 untuk merebut mimpi Malaysia yang sudah siap berpesta merayakan keberhasilan mereka. (Singgalang.com)

Sungguhpun telah tertinggal 3-0 pada leg pertama final piala AFF yang dipertontonkan di bukit jahil, tetapi untuk final terakhir tanggal 29 Desember Tim Nasional akan menutup lembaran indah tahun 2010 dengan skor 5-1 kembali seperti babak penyisihan… ayoooo timnas KITA BISAAA..

Read Full Post »

17 AGUSTUS 2009

logo_HUT_RI_ke_64

JAYALAH SELALU INDONESIAKU

SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA

MERDEKA

SAAT INI

KEMERDEKAAN MENURUTI KATA HATI ADALAH KEMERDEKAAN SEJATI

MERDEKA

Read Full Post »

Burung Merak damailah dalam sangkar abadimu

Jejak dan Warna hidupmu akan abadi dalam ingatan bangsamu….

#####################…..

Bersatulah Pelacur-pelacur Kota Jakarta
Karya : WS. RENDRA

Pelacur-pelacur Kota Jakarta
Dari kelas tinggi dan kelas rendah
Telah diganyang
Telah haru-biru
Mereka kecut
Keder
Terhina dan tersipu-sipu

Sesalkan mana yang mesti kausesalkan
Tapi jangan kau lewat putus asa
Dan kaurelakan dirimu dibikin korban

Wahai pelacur-pelacur kota Jakarta
Sekarang bangkitlah
Sanggul kembali rambutmu
Karena setelah menyesal
Datanglah kini giliranmu
Bukan untuk membela diri melulu
Tapi untuk lancarkan serangan
Karena
Sesalkan mana yang mesti kau sesalkan
Tapi jangan kaurela dibikin korban

Sarinah
Katakan kepada mereka
Bagaimana kau dipanggil ke kantor menteri
Bagaimana ia bicara panjang lebar kepadamu
Tentang perjuangan nusa bangsa
Dan tiba-tiba tanpa ujung pangkal
Ia sebut kau inspirasi revolusi
Sambil ia buka kutangmu

Dan kau Dasima
Khabarkan pada rakyat
Bagaimana para pemimpin revolusi
Secara bergiliran memelukmu
Bicara tentang kemakmuran rakyat dan api revolusi
Sambil celananya basah
Dan tubuhnya lemas
Terkapai disampingmu
Ototnya keburu tak berdaya

Politisi dan pegawai tinggi
Adalah caluk yang rapi
Kongres-kongres dan konferensi
Tak pernah berjalan tanpa kalian
Kalian tak pernah bisa bilang ‘tidak’
Lantaran kelaparan yang menakutkan
Kemiskinan yang mengekang
Dan telah lama sia-sia cari kerja
Ijazah sekolah tanpa guna
Para kepala jawatan
Akan membuka kesempatan
Kalau kau membuka kesempatan
Kalau kau membuka paha
Sedang diluar pemerintahan
Perusahaan-perusahaan macet
Lapangan kerja tak ada
Revolusi para pemimpin
Adalah revolusi dewa-dewa
Mereka berjuang untuk syurga
Dan tidak untuk bumi
Revolusi dewa-dewa
Tak pernah menghasilkan
Lebih banyak lapangan kerja
Bagi rakyatnya
Kalian adalah sebahagian kaum penganggur yang mereka ciptakan
Namun
Sesalkan mana yang kau kausesalkan
Tapi jangan kau lewat putus asa
Dan kau rela dibikin korban
Pelacur-pelacur kota Jakarta
Berhentilah tersipu-sipu
Ketika kubaca di koran
Bagaimana badut-badut mengganyang kalian
Menuduh kalian sumber bencana negara
Aku jadi murka
Kalian adalah temanku
Ini tak bisa dibiarkan
Astaga
Mulut-mulut badut
Mulut-mulut yang latah bahkan seks mereka politikkan

Saudari-saudariku
Membubarkan kalian
Tidak semudah membubarkan partai politik
Mereka harus beri kalian kerja
Mereka harus pulihkan darjat kalian
Mereka harus ikut memikul kesalahan

Saudari-saudariku. Bersatulah
Ambillah galah
Kibarkan kutang-kutangmu dihujungnya
Araklah keliling kota
Sebagai panji yang telah mereka nodai
Kinilah giliranmu menuntut
Katakanlah kepada mereka
Menganjurkan mengganyang pelacuran
Tanpa menganjurkan
Mengahwini para bekas pelacur
Adalah omong kosong

Pelacur-pelacur kota Jakarta
Saudari-saudariku
Jangan melulur keder pada lelaki
Dengan mudah
Kalian bisa telanjangi kaum palsu
Naikkan tarifmu dua kali
Dan mereka akan klabakan
Mogoklah satu bulan
Dan mereka akan puyeng
Lalu mereka akan berzina
Dengan isteri saudaranya.

=======

Doa di Jakarta

Karya :  WS. RENDRA

Tuhan yang Maha Esa,
alangkah tegangnya
melihat hidup yang tergadai,
fikiran yang dipabrikkan,
dan masyarakat yang diternakkan.

Malam rebah dalam udara yang kotor.
Di manakah harapan akan dikaitkan
bila tipu daya telah menjadi seni kehidupan?
Dendam diasah di kolong yang basah
siap untuk terseret dalam gelombang edan.
Perkelahian dalam hidup sehari-hari
telah menjadi kewajaran.
Pepatah dan petitih
tak akan menyelesaikan masalah
bagi hidup yang bosan,
terpenjara, tanpa jendela.

Tuhan yang Maha Faham,
alangkah tak masuk akal
jarak selangkah
yang bererti empat puluh tahun gaji seorang buruh,
yang memisahkan
sebuah halaman bertaman tanaman hias
dengan rumah-rumah tanpa sumur dan W.C.
Hati manusia telah menjadi acuh,
panser yang angkuh,
traktor yang dendam.

Tuhan yang Maha Rahman,
ketika air mata menjadi gombal,
dan kata-kata menjadi lumpur becek,
aku menoleh ke utara dan ke selatan –
di manakah Kamu?
Di manakah tabungan keramik untuk wang logam?
Di manakah catatan belanja harian?
Di manakah peradaban?
Ya, Tuhan yang Maha Hakim,
harapan kosong, optimisme hampa.
Hanya akal sihat dan daya hidup
menjadi peganganku yang nyata.

Read Full Post »

Solusi atau Polusi ?

Gambar ini saya ambil pada pukul 8.30 WIB dipagi hari yang cerah…..

IMG_0065

Mungkin tujuannya baik untuk memudahkan masyarakat dalam pembuangan sampah sementara menjelang dibuang ketempat pembuangan akhir oleh dinas terkait, namun ada beberapa hal yang menjadi perhatian saya :

1. Pembuatan tempat pembuangan sampah sementara ini apakah sudah berdasarkan sebuah kajian yang utuh ?

2. Dari segi estetika, apakah TPA sementara ini menjadikan kota semakin indah ?

3. Dari segi dampak polusi bau, bukankah TPA seperti ini semakin mencemarkan bau disekitarnya ?

4. Dari segi efektifitas pemungutan sampah oleh petugas pengumpul, apakah ini lebih efektif ?

5. Di tiang gantungannya dituliskan pukul 18.00 – 05.00, kita pakai asumsi masyarakat mematuhi aturan tersebut untuk menggantungkan limbah sampahnya ditiang gantungan sampah tersebut dan petugas pengumpul sampahpun tertib dan disiplin waktu dalam memungutnya. Apakah diwaktu malam hari keindahan kota tidak diperlukan ? dan  apalagi jika masyarakat dan petugas tidak disipiln mematuhi aturan tersebut ?

4. Pada umumnya masyarakat membuang sampah dengan gantungan plastik, apakah plastik yang digunakan menjamin ketahanannya terhadap sampah yang ada didalamnya ? bagaimana jika plastiknya bocor ?

IMG_0064

Read Full Post »

Tour de Singkarak 2009

banner-tds1

Tour de Singkarak 2009′ untuk pertama kalinya akan berlangsung di Propinsi Sumatera Barat pada 29 April hingga 3 Mei 2009.

Ajang balap sepeda internasional Tour de Singkarak yang diikuti tim pembalap dari mancanegara dan dalam negeri ini telah terdaftar pada agenda Federasi Sepeda Internasional (UCI) sebagai kejuaraan kategori 2.2 dan tahun depan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia mengharapkan kegiatan ini sudah bisa masuk kategori 2.1 atau menyamai Tour de Langkawi. Ajang ini akan memperebutkan hadiah total US$ 60 ribu dan akan diikuti oleh tim dari luar negeri dan dari dalam negeri Indonesia sendiri.

Acara yang merupakan hasil kerja sama Depbudpar, PB ISSI, Pemprov Sumbar, Pemkab/Pemkot di Sumbar dan para pelaku bisnis untuk mempromosikan pariwisata Indonesia, khususnya daerah tujuan wisata Sumbar dengan Danau Singkarak sebagai ikonnya.

Sebagai salah satu wilayah yang dilalui dalam kegiatan Tour de Singkarak 2009 ini, Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Datar sangat mendukung dan mengambil peran untuk menyukseskan agenda wisata yang berskala internasional ini sekaligus untuk mempromosikan potensi pariwisata yang sangat banyak di Kabupaten Tanah Datar.

SELAMAT DATANG DI TANAH DATAR

BIENVENU à TANAH DATAR

WELLCOME TO TANAH DATAR


Peta Lintasan yang dilalui

peta-tour-de-singkarak1

Schedules

schedulu

PANORAMA TANAH DATAR yang dilalui oleh TOUR de SINGKARAK 2009

anai-1

Lembah Anai dengan Jembatan Rel Kereta Apinya yang menawan

pacu-jawi-yus-3

Pacu Jawi di X Koto

dsci0718

Panorama Danau Singkarak dilihat dari Puncak Payorapuih

dscf1881

Olahraga Paralayang di Puncak Payorapuih

istano-3

Istano Basa Pagaruyung

kantor-bupatitd

Komplek Kantor Bupati Tanah Datar

16singkarak-1

Ombilin di pinggir danau Singkarak

tos1001

Tour de Singkarak 2009

img_2901

Wellcome to Tanah Datar the Culture City

Read Full Post »

Mhhhh………..

Bangsa kita emang kreatip yaaa… ?? ……. 😉

Lagu klasiknya MOZART aja (SYMPHONIE No.40) bisa didangdutin…

Dengarkan dua cupilkan video dibawah ini, terutama instrumen musiknya….

KARYA MOZART (SYMPHONIE NO.40)

.

MUSIK DANGDUT

Read Full Post »

Older Posts »